Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menjelaskan jika keberadaan mesin RT-PCR sudah sebulan lebih dioperaiskan. Dengan mesin tersebut, pihaknya bisa mendeteksi pasien corona dengan lebih cepat.

“Kudus mendapat bantuan dari stakeholder baik dari pusat, provinsi, maupun kalangan swasta. Tak hanya APD, alat RT-PCR juga kami terima,” ucap dia.

Hartopo mengatakan, alat tersebutlah yang membawa Kabupaten Kudus menjadi zona merah. Karena banyaknya spesimen yang diuji dan hasilnya juga keluar lebih cepat dibanding sebelumnya.

“Ini karena kami lakukan skrining massal, mengingat Kudus jadi rujukan di eks-Karesidenan Pati. Mudah-mudahan Kudus kembali ke zona hijau,” ujarnya.

[caption id="attachment_192196" align="aligncenter" width="880"] Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat memaparkan progam penanganan Covid-19 pada Komisi VIII DPR RI. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

Selain menjelaskan terkait penanganan Covid-19, Hartopo juga menjelaskan kondisi Kabupaten Kudus secara keseluruhan. Ia menyampaikan bagaimana kondisi Kabupaten Kudus baik secara geografis, kebudayaan, dan maupun lainnya.

Di mana secara geografis, kata dia, Kudus adalah kabupaten paling kecil di Jawa Tengah yang dihuni sekitar 880 ribu jiwa dan memiliki luas 425,2 km persegi.“Kudus juga punya julukan, seperti Kota Santri, Kota Industri, bahkan Kota Wali. Ini karena ada dua makam wali, yakni makam Sunan Kudus dan Sunan Muria,” terangnya.Sementara itu, Abdul Wachid, selaku Ketua Rombongan Komisi VIII DPR RI mengatakan, kunjungan kerja ini merupakan sarana menampung aspirasi dari kabupaten/kota atas kondisi yang tengah dihadapi.“Kami ingin melihat di lapangan dan mengumpulkan data faktual agar kami dapat menampung semua aspirasi dari daerah,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler