Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari 77 kasus baru tersebut, 64 kasus baru berasal dari dalam wilayah. Sementara 13 lainnya berasal dari luar wilayah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan hasil swab pada hari ini memang banyak pasien yang terkonfirmasi positif corona.

Penambahan jumlah kasus hari ini, juga jadi yang terbanyak selama Kudus diterpa pandemi corona. Setelah sebelumnya yang terbanyak adalah 42 kasus kasus baru beberapa pekan lalu.

“Hasil swabnya memang banyak yang keluar positif,” ucap Andini Kamis malam.

Walau demikian, pihaknya mengatakan penambahan tersebut bukan karena adanya klaster baru. Melainkan adanya transmisi lokal dan penularan komunitas.

Pola persebaran dan penularan virus di Kota Kretek sendiri, kata dia, memang sudah mengalami perubahan pola. Pada kasus awal, pola penularan virus adalah karena adanya perjalanan ke daerah terjangkit.

Namun kini, lanjutnya, pola persebaran sudah menjadi transmisi lokal. “Oleh karena itulah kami berharap masyarakat tertib menerapkan protokol kesehatan,” jelas Andini.

Untuk diketahui, jumlah kasus terkonfirmasi positif total di Kabupaten Kudus kini mencapai 635 kasus. Dengan rincian 480 kasus dalam wilayah dan 155 kasus luar wilayah.

Untuk rincian kasus dalam wilayah, ada sebanyak 71 pasien dirawat, 137 pasien menjalani isolasi mandiri, 217 kasus pasien sembuh, dan 55 kasus pasien meninggal.Kabupaten Kudus juga menangani sejumlah pasien dari luar Kota Kretek. Sampai saat ini sendiri, sudah ada 155 pasien luar wilayah yang ditangani.Dari jumlah tersebut, masih ada sebanyak 18 pasien yang dirawat di Kudus. Kemudian ada sebanyak 43 pasien luar wilayah yang menjalani isolasi mandiri.Sementara untuk angka kesembuhan pasiennya mencapai 74 pasien. Serta angka kasus meninggal mencapai 20 pasien.Kemudian untuk kasus per kecamatan tertinggi adalah di Kecamatan Jati sebanyak 102 kasus, disusul Kota Kudus sebanyak 72 kasus. Kemudian disusul Kecamatan Jekulo 67 kasus, Kaliwungu 53 kasus, Bae 51 kasus.Selanjutnya ada Kecamatan Mejobo 44 kasus, Kecamatan Undaan 41 kasus, Kecamatan Dawe 27 kasus, dan Kecamatan Gebog 23 kasus. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News