Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Juru Bicara GTPP Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi merincikan, dari jumlah tersebut, ada 567 pasien asal dalam wilayah. Sementara untuk pasien luar wilayah berjumlah 169 pasien.

“Jumlah tersebut merupakan jumlah secara keseluruhan untuk kasus positif,” ucap Andini Senin, (27/7/2020) pagi.

Untuk kasus dalam wilayah, Andini menjabarkan ada sebanyak 97 pasien yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan. Kemudian, ada sebanyak 164 pasien yang menjalani isolasi mandiri.

Mereka yang isolasi mandiri diawasi oleh tenaga kesehatan puskesmas setempat.

“Tetap dilakukan pemantauan, terutama perkembangan kesehatannya,” kata dia.

Sementara untuk kasus kesembuhan di Kudus, lanjut dia, juga tergolong tinggi. Hingga Minggu malam, sudah ada sebanyak 245 pasien yang dinyatakan sembuh dari dalam wilayah.

Walau demikian, angka kematian juga tergolong tinggi. Yakni 61 kasus pasien meninggal. “Keseluruhannya meninggal dengan penyakit penyerta,” ujarnya.

Sementara Untuk kasus luar wilayah, Andini merincikan ada sebanyak 20 pasien dirawat di Kudus. Kemudian ada sebanyak 43 pasien yang menjalani isolasi mandiri.

“Untuk kasus sembuh luar wilayah ada sebanyak 84 pasien, sementara untuk pasien meninggal ada 22 pasien,” rincinya.Kasus corona di Kabupaten Kudus sendiri, kata dia, tengah mengalami kenaikan akibat tracing pada kontak erat pasien positif. Selain itu, adanya mesin RT-PCR milik RSUD Loekmono Hadi juga jadi faktor pendorong cepatnya pendeteksian Orang Tanpa Gejala.“Dua faktor tersebut jadi alasan mengapa kasus di Kudus naik,”lanjut dia.Soal penanganan corona di Kabupaten Kudus, Andini mengatakan Pemkab Kudus terus berupaya secara maksimal dalam melakukan upaya tracing, testing, dan treatment pada kontak erat ataupun pasien corona yang dirawat di Kudus.“Dengan harapan angka kesembuhannya naik, angka penularan dan kematiannya menurun,” kata Andini.Sejumlah rumah sakit rujukan, tambah dia, juga telah menambah ruang isolasinya. Itu dilakukan karena Kudus sendiri merupakan rujukan penanganan corona di Jawa Tengah. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler