Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sementara sisanya adalah anak-anak dengan rentan usia di atas lima tahun sampai 11 tahun.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, keseluruhan kasus anak yang terpapar corona di Kudus adalah karena memiliki kontak erat dengan pasien positif.

“Belum ditemukan untuk kasus yang langsung terpapar corona,” kata Andini Senin (27/7/2020) sore.

Untuk kondisi mereka sendiri, kata dia, kebanyakan memang tidak memiliki gejala. Keseluruhan dari mereka juga telah dinyatakan sembuh.

“Untuk kematian anak karena corona juga masih nihil dan semoga tidak pernah ada,” lanjut dia.

Agar tak terjadi lagi kasus yang sama, pihaknya berharap masyarakat yang memiliki anak di bawah umur bisa turut mengawasi kesehatannya. Mengingat anak-anak memang rentan tertular.

“Kami harap orang tua bisa mewaspadainya, meskipun dari sisi persentase temuan kasusnya baru sekitar dua persen,” katanya.

Baca: Hamil Tujuh Bulan, Satu Nakes RS Mardi Rahayu Kudus Meninggal dengan Status Positif Covid-19
Baca: Hamil Tujuh Bulan, Satu Nakes RS Mardi Rahayu Kudus Meninggal dengan Status Positif Covid-19Andini menyebut, daya tahan tubuh pada anak memang belum sempurna. Sehingga belum cukup untuk melawan virus corona.Selain itu, pemahaman soal protokol kesehatan dimungkinkan juga masih kurang. Sehingga disarankan tidak diajak keluar rumah, terkecuali ada kepentingan sangat mendesak.“Jika memang tidak mendesak, anak-anak apalagi balita, sebaiknya tidak diajak keluar rumah,” jelasnya.Andini juga menambahkan, kelompok rentan tertular virus corona lainnya adalah kelompok lansia. Mengingat imun mereka, mulai melemah seiring bertambahnya usia.“Kalaupun terpaksa keluar rumah, tentunya harus mematuhi protokol kesehatan mulai dari memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak fisik dengan orang lain serta menghindari kerumunan,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News