Kudus Kembali Masuk Zona Merah dengan Risiko Penularan Tinggi
Anggara Jiwandhana
Selasa, 28 Juli 2020 08:45:41
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, Kudus sebenarnya sudah masuk kategori zona merah sejak sepekan lalu.
Hanya memang, notifikasi dari pusat agak terlambat. “Sebenarnya Kudus sudah masuk merah sejak 19 Juli 2020 lalu,” kata Andini Selasa (28/7/2020) pagi.
Andini mengatakan, kembalinya Kudus menjadi wilayah dengan penularan tinggi adalah karena gencarnya Kudus melakukan tracing pada kontak positif ataupun orang tanpa gejala. Sehingga penemuan kasus awal bisa ditemukan tiap harinya.
Selain itu, beroperasinya mesin RT-PCR juga turut jadi faktor kenapa Kudus perkembangan kasusnya meningkat pesat. Karena pemeriksaan sampel bisa dilakukan dengan cepat.
“Ini konsekuensi dari tracing erat kami, mesin RT-PCR juga mempercepat diagnosis dari pasien sehingga cepat ketahuan dan cepat ditangani,” ujarnya.
Pola persebaran corona di Kudus sendiri, kata dia, kini sudah berubah menjadi transmisi lokal.
“Belakangan, pola penularan juga terjadi karena penularan komunitas, artinya penularan yang banyak tapi tidak diketahui sumbernya,” terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



