Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pasalnya, hingga kini kurva penularan cormelesetKudus terus merangkak naik dari hari ke hari.

Ketua GTPP Kudus HM Hartopo mengatakan, pihaknya hingga kini terus melakukan tracing secara masif. Status Kudus sendiri kini juga beralih menjadi zona merah kembali dengan kategori risiko penularan tinggi.

“Kudus saat ini agak mengkhawatirkan,” ucap Hartopo, Selasa (28/7/2020).

Ia menyebut, pihaknya tidak bisa diam untuk tidak melakukan tracing kontak. Mengingat Kabupaten Kudus sendiri memiliki alat uji swab yakni RT-PCR.

Uji swab langsung jadi pilihan utama untuk penegakan diagnosiis bagi kontak erat pasien positif. Sehingga mau tidak mau, ada banyak penambahan kasus yang terjadi di tiap harinya.

“Andalan kami sekarang swab, jadi kadang sehari ada 40 kasus, 20 kasus, sudah biasa,” jelas dia.

Sementara hingga Selasa petang, kasus dalam wilayah Kudus sudah menyentuh angka 575 kasus.
Sementara hingga Selasa petang, kasus dalam wilayah Kudus sudah menyentuh angka 575 kasus.Baca: Kudus Targetkan Agustus Kurva Penularan Corona MenurunDi mana ada sebanyak 93 pasien menjalani perawatan, 165 pasien menjalani isolasi mandiri, dan ada sebanyak 252 pasien yang sudah sembuh dari corona. Kemudian ada 65 pasien yang meninggal dunia.Selain itu, Kabupaten Kudus juga turut merawat pasien dari luar wilayah. Tercatat ada 169 pasien terkonfirmasi positif yang dirawat. Dari jumlah itu, 84 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.Kemudian pasien yang menjalani perawatan menyisakan 20 orang dan menjalani isolasi mandiri ada sebanyak 43 orang. Sementara untuk pasien meninggal ada sebanyak 22 orang. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler