Target Kudus Turunkan Kurva Penularan Corona Pada Agustus Terancam Meleset
Anggara Jiwandhana
Selasa, 28 Juli 2020 18:52:38
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pasalnya, hingga kini kurva penularan cormelesetKudus terus merangkak naik dari hari ke hari.
Ketua GTPP Kudus HM Hartopo mengatakan, pihaknya hingga kini terus melakukan tracing secara masif. Status Kudus sendiri kini juga beralih menjadi zona merah kembali dengan kategori risiko penularan tinggi.
“Kudus saat ini agak mengkhawatirkan,” ucap Hartopo, Selasa (28/7/2020).
Ia menyebut, pihaknya tidak bisa diam untuk tidak melakukan tracing kontak. Mengingat Kabupaten Kudus sendiri memiliki alat uji swab yakni RT-PCR.
Uji swab langsung jadi pilihan utama untuk penegakan diagnosiis bagi kontak erat pasien positif. Sehingga mau tidak mau, ada banyak penambahan kasus yang terjadi di tiap harinya.
“Andalan kami sekarang swab, jadi kadang sehari ada 40 kasus, 20 kasus, sudah biasa,” jelas dia.
Sementara hingga Selasa petang, kasus dalam wilayah Kudus sudah menyentuh angka 575 kasus.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



