Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi merincikan, dari jumlah itu 799 kasus di antaranya merupakan kasus dalam wilayah.

Kemudian untuk kasus luar wilayah yang ditangani di Kudus, kini mencapai 216 kasus.

“Sejumlah rumah sakit di Kudus memang menjadi rujukan penanganan corona di Jawa Tengah,”kata Andini Senin (10/8/2020) pagi.

Untuk kasus dalam wilayah sendiri, Andini menyebut masih ada 88 pasien yang kini masih menjalani perawatan. Kemudian ada sebanyak 203 pasien yang tengah jalani isolasi mandiri.

“Mereka yang menjalani isolasi mandiri adalah yang tidak memiliki gejala klinis maupun penyakit penyerta,” kata dia.

Sementara untuk angka kesembuhan pasien corona di Kudus juga terut mengalami peningkatan. Yakni sudah ada sebanyak 414 pasien yang dinyatakan sembuh.

Namun, angka kematian pasien corona di Kudus juga cukup memprihatinkan, yakni ada sebanyak 94 pasien yang meninggal dengan status positif corona. “Kebanyakan dari mereka memiliki penyakit penyerta,” ujar Andini.

Sementara untuk kasus pasien luar wilayah yang dirawat di Kudus, Andini merincikan ada sebanyak sembilan orang yang kini ditangani petugas kesehatan Kudus. Sementara 70 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.
Sementara untuk kasus pasien luar wilayah yang dirawat di Kudus, Andini merincikan ada sebanyak sembilan orang yang kini ditangani petugas kesehatan Kudus. Sementara 70 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.“Sementara untuk kasus sembuh ada sebanyak 107 orang dan 30 orang yang meninggal dengan status positif Covid-19,” ujarnya.Kabupaten Kudus sendiri, kata dia, berdasarkan update terbaru, masih berstatus zona merah. Atau daerah dengan risiko penularan tinggi.Oleh karena itu, pihaknya berharap semua masyarakat Kudus patuh akan protokol kesehatan. Yakni dengan rajin mencuci tangan dan terus memakai masker ketika bepergian ke luar rumah.“Terpenting adalah tahu bagaimana bersikap di kerumunan, yakni dengan menerapkan jaga jarak dan menghindari kontak langsung,” jelas dia.Untuk diketahui, kasus corona tertinggi di Kudus kini masih ada di Kecamatan Jekulo. Dengan total kasus aktif kini berjumlah 62 pasien. Disusul Kecamatan Jati 45 pasien dan Kecamatan Kota 40 pasien.Sementara untuk kasus kematian pasien corona, Kecamatan Kota jadi yang paling tinggi dengan 22 kasus pasien meninggal berstatus positif covid-19. Disusul Jati 18 pasien dan Bae 14 pasien.Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News