Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Di mana petani yang ingin membeli pupuk bersubsidi harus membayar menggunakan kartu tani per 1 September mendatang. Sementara banyak dari petani Kota Kretek, belum memiliki kartu tani.

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kudus pun mengklaim hanya ada 30 persen petani Kudus yang memiliki kartu tersebut.

“Para petani mulai waswas, mereka takut saat masa tanam nanti, tidak bisa menebus pupuk,” ucap Hadi Sucahyono, Ketua KTNA Kudus, Minggu (30/8/2020).

Kondisi di lapangan sendiri, banyak petani yang tidak bisa menebus pupuk bersubsidi di Kios Pupuk Lengkap (KPL). Karena pihak KPL, lanjut dia, memang hanya mau melayani petani yang memiliki kartu tani.

“Sementara yang tidak memiliki, mereka tak berani melayani,” katanya.

Para petani, kata dia, bukan tidak mau membuat kartu tani. Hanya, regulasi yang kadang membingungkan dan terlalu lama diakui jadi kendala.

Pihaknya pun berharap ada kemudahan dan keringanan dalam membuat kartu tani tersebut. “Misal pihak perbankan dengan elemen-elemen terkait yang jemput bola, kami akan sangat terbantu,” tambahnya.

Sembari menunggu semua petani di Kudus mendapat Kartu tani, pihaknya juga berharap para petani yang belum memiliki kartu tani dan akan membuatnya diberi kelonggaran.

Yakni terkait pembelian pupuk subsidi tanpa menggunakan kartu tani terlebih dahulu. “Kami harap ini bisa jadi solusi semetara, sembari kami memproses kartu taninya,” lanjutnya.Hadi menambahkan, sementara ini ada informasi bahwa Menteri Pertanian akan mengundur penerapan kewajiban kartu tani hingga tahun depan. Hanya saja, kebijakan tersebut belum ditindaklanjuti dengan surat resmi.“Di kios pengecer masih menganggap kartu tani sudah akan diberlakukan,”tandasnya.Sementara salah satu petani di Kudus, Jamiun mengatakan pupuk bersubsidi memang tengah langka. Hanya, dia tak tahu penyebab kelangkaan tersebut.“Saya pegang kartu tani, tapi saya juga kesulitan karena langkanya pupuk subsidi,” kata dia.Tak jarang, pihaknya harus mencari ke kecamatan yang berbeda untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. “Semoga ada pemecahan masalahnya,” jelas dia. Reportee: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler