Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo mengatakan, pemberian bantuan pada para relawan adalah bentuk apresiasi dari Pemkab Kudus. Walau memang, jumlah bantuan yang diberikan tidak seberapa.

“Bantuan tersebut sebagai bentuk apresiasi pemkab pada mereka,” kata Budi Selasa (1/9/2020).

Untuk sumber bantuannya sendiri, kata dia, adalah dari iuran para aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Kudus. Yakni pada bulan Mei dan Juni 2020 lalu.

“Bantuannya diberikan pada mereka Rp 10 juta untuk sepuluh relawan yang kerap terlibat,” ujarnya.

Sementara untuk ke depannya, pihaknya akan mengupayakan insentif para relawan melalui Dana Tak Terduga (TT). Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) pun telah dikirimkan pada Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPPKAD) untuk ditinjau.

“Sudah pekan lalu kami ajukan, semoga tidak ada kendala,” terangnya.

Untuk besarannya sendiri, pihak BPBD, kata dia, sebelumnya telah mengajukan standar satuan harga (SSH) pada BPPKAD dengan nilai Rp 75 ribu per orang per pemakaman.
Untuk besarannya sendiri, pihak BPBD, kata dia, sebelumnya telah mengajukan standar satuan harga (SSH) pada BPPKAD dengan nilai Rp 75 ribu per orang per pemakaman.“Jadi nanti sistemnya yang memakamkan yang dapat, sekali pemakaman per orang dapat insentif Rp 75 ribu,” rincinya.Untuk pemakaman jenazah Covid-19, pihak BPBD telah menyiapkan dua tim relawan. Para relawan tersebut, akan terpisah dari relawan kebencanaan.“Supaya tidak tumpang tindih tugasnya nanti ketika ada pemakaman dan bencana dalam satu waktu,” tandasnya.Sementara salah satu tim Cekathil Link Kristanto mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima para relawan.  “Terimakasih, nanti akan dibuat untuk operasional sehari-hari,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News