Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam tangkapan layar tersebut, dituliskan jika Kudus memiliki kasus corona sebanyak 2.210 orang. Lebih tinggi dari 13 daerah lain yang turut disertakan di dalamnya, seperti Demak, Semarang, dan kabupaten lain.

Dalam tangkapan layar tersebut juga bertuliskan jika Kementerian Kesehatan memprediksi akan ada ledakan yang sangat luar biasa soal kasus Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, data tersebut bukanlah data yang sebenarnya dan dipastikan hoaks.

Andini menambahkan, pihaknya juga mendapati tidak jelasnya sumber yang digunakan oleh pengirim pertama. Selain itu, data di kota-kota lainnya yang disebutkan dalam pesan berantai tidak sesuai dengan situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Dengan demikian, dapat kami pastikan bahwa pesan berantai tersebut adalah hoaks atau kabar tak benar," katanya ketika dihubungi via telepon, Kamis (10/9/2020) malam.

Andini menambahkan, pencatatan data kasus corona di Kudus berpedoman pada laman resmi milik Pemprov Jateng. Yakni corona.jatengprov.go.id.

"Untuk data resmi penambahan kasusnya bukan sejumlah itu, melainkan ada sebanyak 1.279 kasus," ucap dia.
"Untuk data resmi penambahan kasusnya bukan sejumlah itu, melainkan ada sebanyak 1.279 kasus," ucap dia.Jika berpedoman dari laman resmi tersebut, Kabupaten Kudus bukanlah yang tertinggi di Jawa Tengah. Melainkan Kota Semarang dengan angka kasus mencapai 4.588."Disusul Kabupaten Jepara di nomor dua dan Demak di nomor tiga, dan barulah Kabupaten Kudus nomor empat," terangnya.Pihaknya pun berharap masyarakat tak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di masyarakat.Apabila ingin melihat perkembangan Covid-19 di Kudus, katanya, bisa mengakses laman resmi milik Pemkab Kudus. "Yakni di laman corona.kuduskab.go.id," pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler