Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dokter Andini Aridewi mengatakan, 17 pasien baru tersebut kini tengah dirawat di rumah sakit. Selain karena bergejala berat, sebagian pasien dirawat juga memiliki penyakit penyerta.

“Sementara satu pasien lainnya diperbolehkan menjalani isolasi mandiri,” kata Andini, Senin (14/9/2020) pagi.

Walau demikian, penambahan pasien sembuh juga cukup banyak terjadi. Di mana ada sepuluh pasien yang sudah dinyatakan sembuh. Keseluruhannya, juga berasal dari dalam wilayah.

“Mereka merupakan pasien yang sudah merampungkan pemantauan dan perawatannya, pasien tanpa gejala bisa dinyatakan sembuh setelah jalani isolasi minimal sepuluh hari,” ujarnya.

Sementara secara keseluruhan, kasus dalam wilayah sudah menyentuh angka 1331 kasus. Di mana ada sebanyak 79 pasien menjalani perawatan, 146 pasien menjalani isolasi mandiri, dan ada sebanyak 928 pasien yang sudah sembuh dari corona.

“Sementara ada 178 pasien yang meninggal dunia, keseluruhannya karena penyakit penyerta,” lanjutnya.

Kemudian ada sebanyak 587 kontak erat yang masih dipantau, 80 suspek menjalani perawatan, dan 35 kasus probable.

Status wilayah Kabupaten Kudus terkait penularan Covid-19 sendiri, kata Andini, kini kembali turun menjadi zona oranye. Setelah sebelumnya berstatus zona merah.

Standar pengukuran perubahan warna zona, lanjutnya, adalah terkait kapasitas atau daya tampung rumah sakit. “Tidak hanya dari jumlah kasusnya saja,” tambahnya.Untuk mempertahankan hingga menurunkan status kembali, Andini berharap masyarakat turut berperan serta. Yakni dengan tetap patuh protokol kesehatan. Mengingat kurva penularan corona di Kota Kretek masih mengalami kenaikan.“Harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku agar tidak kembali ke zona merah,” lanjut dia.Para pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri juga diharapkan benar-benar melakukannya secara maksimal. Termasuk para kontak erat.“Sehingga penyebarannya terhenti dan tidak terus menjalar,” kata dia.Kelompok-kelompok rentan seperti lansia dan balita juga diharapkan bisa mengurangi aktivitas di luar rumah. Sehingga risiko terpapar virus bisa ditekan dengan maksimal. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler