Limbah Berbau Busuk dan Cemari Sungai, Dua Pabrik Tahu di Kudus Didemo Warga
Anggara Jiwandhana
Rabu, 16 September 2020 14:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Mereka mengeluhkan adanya bau limbah yang menyengat yang di buang di sungai sekitar. Sehingga mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Spanduk-spanduk bertuliskan penolakan adanya pabrik tahu tersebut pun dibawa sembari meneriakkan permintaan penutupan pabrik.
Hingga akhirnya, sejumlah perwakilan dipersilahkan masuk dan dipertemukan oleh pemilik pabrik untuk musyawarah.
Koordinator aksi, Mintarno mengatakan masyarakat Pasuruhan Kidul sudah jengah terhadap bau limbah tahu yang kian hari kian menyengat. Mereka pun dengan tegas dan sepakat menuntut pabrik tersebut ditutup. “Tidak ada kata lain selain ditutup,” ucap dia.
Selain mencemari sungai di desa tersebut, sejumlah sumur milik warga juga mulai terdampak. Air sumur menjadi berbau dan menjadi tidak layak konsumsi.
“Pokoknya pabrik harus ditutup, sejak awal berdiri sekitar delapan tahun lalu sudah ada keluhkan. Ini yang paling parah,” tegas dia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



