Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mereka mengeluhkan adanya bau limbah yang menyengat yang di buang di sungai sekitar. Sehingga mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

Spanduk-spanduk bertuliskan penolakan adanya pabrik tahu tersebut pun dibawa sembari meneriakkan permintaan penutupan pabrik.

Hingga akhirnya, sejumlah perwakilan dipersilahkan masuk dan dipertemukan oleh pemilik pabrik untuk musyawarah.

Koordinator aksi, Mintarno mengatakan masyarakat Pasuruhan Kidul sudah jengah terhadap bau limbah tahu yang kian hari kian menyengat. Mereka pun dengan tegas dan sepakat menuntut pabrik tersebut ditutup. “Tidak ada kata lain selain ditutup,” ucap dia.

Selain mencemari sungai  di desa tersebut, sejumlah sumur milik warga juga mulai terdampak. Air sumur menjadi berbau dan menjadi tidak layak konsumsi.

“Pokoknya pabrik harus ditutup, sejak awal berdiri sekitar delapan tahun lalu sudah ada keluhkan. Ini yang paling parah,” tegas dia.
“Pokoknya pabrik harus ditutup, sejak awal berdiri sekitar delapan tahun lalu sudah ada keluhkan. Ini yang paling parah,” tegas dia.Baca: Dua Pabrik Limbah Tahu di Kudus yang Didemo Warga Akhirnya DitutupPengelola pabrik tahu sendiri sebelumnya telah diberi peringatan SP 1 oleh Satpol PP Kudus. Namun setelahnya, tambah dia, tidak ada tindakan lagi.Sementara salah satu warga yang terdampak, Dewi mengaku sudah tidak betah dengan bau limbah yang kian hari kian menyengat. “Saya harap pabrik harus segera ditutup,” tegasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler