Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, angka kesembuhan pasien di Kudus memang terus mengalami peningkatan.

Selain karena peningkatan kualitas perawatan, keputusan Menteri Kesehatan yang terbaru juga turut andil dalam peningkatan data pasien sembuh.

"Memang ada standar patokan pasien sembuh yang baru dalam keputusan Menteri Kesehatan," ucap Andini Jumat (18/9/2020) pagi.

Andini merincikan, berdasarkan peraturan tersebut, pasien dengan gejala ringan dan tak memiliki penyakit penyerta bisa dinyatakan sembuh setelah jalani isolasi mandiri, dengan kurun waktu 14 hari terhitung setelah muncul gejala.

Sementara untuk pasien dengan gejala berat dan memiliki penyakit penyerta memang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Apabila dalam 14 hari terhitung sejak perawatan pertama dievaluasi kesehatannya membaik, maka bisa dinyatakan sembuh.

“Namun harus menambah isolasi mandiri lagi,” kata dia.

Walau kasus pasien sembuh meningkat, GTPP Kudus juga masih mencatat penambahan pasien baru. Yakni ada sebanyak sepuluh pasien baru dalam wilayah.

Yakni dari Kecamatan Jekulo, Undaan, Dawe, Mejobo dan Kaliwungu. “Ada lima pasien dirawat dan lima pasien menjalani isolasi mandiri,” terangnya.
Yakni dari Kecamatan Jekulo, Undaan, Dawe, Mejobo dan Kaliwungu. “Ada lima pasien dirawat dan lima pasien menjalani isolasi mandiri,” terangnya.Selain itu, masih ada kasus pasien positif yang meninggal di Kudus. Yakni ada sebanyak dua kasus pasien meninggal dalam wilayah.Yaitu seorang perempuan beruisa 46 tahun berdomisili di Desa Gulang Kecamatan Mejobo. Dia dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi tanggal 16 Agustus 2020.Kemudian seorang laki-laki berusia 50 tahun berdomisili di Desa Sunggingan Kecamatan Kota. Dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi tanggal 25 Agustus 2020. "Keseluruhannya meninggal dengan penyakit penyerta," rinci dia.Sementara secara keseluruhan, kasus corona di Kabupaten Kudus kini mencapai 1.385 pasien. Untuk kasus aktif sendiri, ada sebanyak 58 kasus pasien dirawat dan 122 kasus pasien isolasi mandiri. Sementara untuk kasus meninggal ada sebanyak 184 kasus.Kemudian sampai saat ini, terdapat 630 kontak erat masih dipantau. Ada 94 suspek, dan 76 probable. Dari 94 suspek dalam wilayah sebayak 46 dirawat, 45 isolasi mandiri dan tiga dirujuk. Untuk 76 kasus probable dalam wilayah, 33 kasus isolasi dan 43 kasus meninggal. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler