Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Hartono mengatakan, untuk laporan sementara ada belasan pohon tumbang di delapan desa di Kudus.

"Ada yang di Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Jati, dan Kecamatan Mejobo," ucap dia di sela evakuasi pohon tumbang.

Pihak BPBD sendiri, lanjut dia, kini menerjunkan setidaknya tiga tim untuk menanggulangi bencana yang hampir merata di Kota Kretek. Tim terbagi di tiga lokasi.

"Yakni timur, barat, dan tengah, semua berpencar untuk menanggulangi bencana," tambah dia.

Sementara timnya sendiri, menangani satu pohon asem yang menimpa rumah. Serta menurunkan atap galfalum yang terbawa angin dan menyangkut di atap sekolah.

"Sampai saat ini proses evakuasi masih berlangsung bisa saja bertambah," jelas dia.
"Sampai saat ini proses evakuasi masih berlangsung bisa saja bertambah," jelas dia.Baca: Pohon Tumbang Merata di Sembilan Kecamatan, Relawan BPBD Kudus Nyaris KewalahanSementara Ali Mustofa, pemilik rumah yang tertimpa pohon di Desa Gulang mengaku sangat terkejut dengan pohon yang menimpa atap rumahnya.Walau hanya sebagian kecil tertimpa, suara yang dihasilkan sangatlah kencang. "Suaranya keras sekali, sampai kaget," kata dia.Dia, yang saat itu bersama anak-anaknya pun sontak keluar dan melihat sebuah pohon asem yang tumbang di dekat rumahnya. Angin kencang sendiri, berlangsung sekitar sepuluh menit.Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler