Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Benar ada enam pegawai yang terpapar usai satu (pegawai) yang meninggal karena Covid-19 kemarin. Kami akan skrining massal,” ucap Hartopo saat ditemui awak media, Jumat (25/9/2020) pagi.

Pelaksanaan skrining sendiri, lanjut Hartopo, akan dilaksanakan secara menyeluruh. Termasuk Sekda Kudus Sam'ani Intakoris beserta para asisten. “Mulai hari ini dilaksanakan secara berkala,” ujarnya.

Apabila nanti ditemukan hasil yang lebih buruk dari ini, pihaknya pun akan memperluas kebijakan work from home (WFH) yang saat ini hanya diberlakukan untuk pegawai di Bagian Hukum saja.

“Jika memang hasilnya banyak yang terkonfirmasi, maka bisa jadi diperluas,” terangnya.

Soal ini, pihaknya memang tak menampik apabila kasus terpaparnya pegawai Bagian Hukum Setda Kudus adalah sebuah klaster perkantoran. “Namun memang hanya Bagian Hukum saja, semoga tak meluas,” kata dia.

Baca juga:
Oleh karena itu, pihaknya pun mempertegas aturan semua pegawai yang berada di kantor pemerintahan untuk tidak menurunkan maskernya saat berada dalam ruangan. Guna mengantisipasi penularan virus corona. “Jika ketahuan akan kami berikan sanksi,” tegasnya.Sementara untuk satu pegawai Bagian Hukum yang meninggal dunia, Hartopo mengatakan yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta. Selain karena memiliki obesitas, pegawai berinisian DK tersebut jugi memiliki penyakit diabetes.“Dia memiliki DM (diabetes melitus), untuk keluarganya kami belum mengerti statusnya,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler