Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sementara lainnya menjalani isolasi mandiri.

“Sebanyak 130 kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah ataupun di sejumlah fasilitas kesehatan,” ucap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kudus dokter Andini Aridewi, Sabtu(26/9/2020) pagi.

Dari jumlah tersebut, lanjut dia, ada sepuluh pasien baru yang diperbolehkan menjalani isolasi mandiri. Kebanyakan pasien baru, adalah berasal dari golongan usia produktif. “Dari rentan usia 21 tahun hingga 58 tahun,” rinci dia.

Andini menambahkan, pasien yang kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit sebagian besar bergejala berat dan memiliki penyakit penyerta. “Sehingga perlu perawatan yang intensif,” tambah dia.

Sementara para pasien yang menjalani isolasi mandiri, tambahnya, umumnya tidak bergejala. Namun, mereka tetap diwajibkan berdiam diri di tempat isolasinya masing-masing.

“Para pasien yang menjalani isolasinya, dipantau petugas kesehatan masing-masing puskesmas wilayah,” lanjut dia.

Andini pun berharap, para pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri benar-benar bisa menjalankannya dengan baik dan benar. Sehingga tidak ada kasus penularan yang terjadi kembali.

“Kasus terpapar akan turun jika para pasien menjalankan isolasi dengan benar,” ujar dia.Sementara untuk kasus pasien sembuh, kini berada angka di 1.108 orang. Keseluruhan dari mereka telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan ditambah isolasi mandiri.“Sedang untuk kasus kematian,ada sebanyak 197 pasien. Semua karena penyakit penyerta,” jelas dia.Kemudian ada sebanyak 893 kontak erat masih dipantau, 138 suspek, dan 44 probable. Dari 138 suspek dalam wilayah sebayak 50 dirawat, 79 isolasi mandiri dan 9 dirujuk.Untuk 44 kasus probable dalam wilayah terdapat 44 kasus meninggal. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler