Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kabid perikanan DPP Kudus Wahyudi mengatakan, sasaran bantuan tersebut adalah kelompok PKK yang berada di sembilan kecamatan.

“Masing-masing kecamatan dapat tiga paket,” katanya usai pendataan penerima di kantor DPP, Kamis (1/10/2020) siang.

Wahyudi merincikan, masing-masing paket akan bernilai Rp 10 juta.  Nominal tersebut, harus dibelikan sebanyak 90 ember beserta ikan lele, kangkung, dan pakan ikannya.

“Jadi tiap kecamatan dapat Rp 30 juta, itu sistemnya swakelola mereka yang membeli dan mereka yang mengelola,” lanjut dia.

Untuk pendistribusiannya sendiri, lanjut dia, akan dipasrahkan pada masing-masing kecamatan. Namun memang, harus dipastikan penerimanya adalah kelompok PKK, bukan perorangan. “Sehingga nanti bisa berlanjut dan berkesinambungan, tidak hanya berjalan sekali saja,” jelas dia.

Selain itu, pihaknya berharap pendistribusian diutamakan adalah pada desa-desa yang membutuhkan stimulus ekonomi.
Selain itu, pihaknya berharap pendistribusian diutamakan adalah pada desa-desa yang membutuhkan stimulus ekonomi.“Sehingga ketika nanti berjalan, saat masuk masa panen, ada yang dikonsumsi sendiri, ada yang dijual, uangnya digunakan untuk beli bibit ikan lagi, dan digunakan kebutuhan lainnya,” tandasnya.Sementara Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kudus Mawar Hartopo berharap para kelompok PKK yang menerima bantuan bisa bersungguh-sungguh membudidayakan ikan dalam ember ini. “Hitung-hitung menghemat pengeluaran rumah tangga,” kata dia.Selain itu, bila sebagian hasil panen bisa dijual, tentunya bisa menggerakkan roda perekonomian. “Perlahan tapi pasti nanti akan ada perputaran ekonomi dari sana,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler