Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Teriknya cuaca dan banyaknya sampah yang menumpuk pun makin membuat api semakin berkobar. Akibatnya, seekor sapi yang diketahui milik Subakhi pun hangus terpanggang dilahap si jago merah.

Menurut penuturan dari David, salah satu tetangganya, sapi milik Subakhi tersebut sempat ditawar orang dengan mahar Rp 40 juta. Namun oleh Subakhi, belum dilepas. “Malah sekarang terpanggang, sayang sekali,”kata dia.

Awal mula peristiwanya sendiri, kata dia, adalah ketika Subakhi membakar sampah di sebelah gudang. Karena tak diawasi dan dikira telah mati, api justru melahap bangunan semi permanen dengan cepat.

“Kemudian membakar kandang dan memanggang sapinya itu,” ujarnya.

fire Chief Pemadam Kebakaran PT Djarum Kudus Hardi Cahyana mengatakan, pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 15.00 WIB. Setelahnya, pihaknya pun langsung bergegas bersama dua unit damkar dan satu mobil tangki.

"Kami langsung bergegas untuk menuju lokasi dan memadamkan api," ucap dia.

Baca: Gudang dan Kandang di Kudus Terbakar, Seekor Sapi Terpanggang
Baca: Gudang dan Kandang di Kudus Terbakar, Seekor Sapi TerpanggangDalam pemadamannya sendiri, pihaknya dan sejumlah pemadam kebakaran lainnya seperti milik BPBD Kudus dan Satpol PP sempat kesulitan menjangkau akses yang berada di tengah pemukiman padat penduduk."Karena berada di tengah pemukiman, kami harapkan warga memang membantu, untuk mencegah api meluas," terangnya.Selain itu, banyaknya sampah ban yang terbakar juga membuat kobaran api sulit dipadamkan. Sehingga butuh air ekstra untuk memadamkannya.Oleh karena itu, tambah dia, pihak damkar menggunakan strategi untuk mengurai tumpukan kebakaran. "Karena inilah kami berharap masyarakat setempat bisa membantu proses pemadaman," tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler