Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Muslimah mengatakan, hal pokok yang perlu dilakukan tentunya melaksanakan 3M.

Yakni menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan. Dengan begitu, setidaknya bisa mengurangi persentase ibu hamil bisa terpapar corona. “Tentunya, 3M perlu diterapkan,” katanya.

Selain itu, para ibu hamil juga diminta untuk menjalankan isolasi mandiri setidaknya sebulan sebelum melakukan proses persalinan.

Tujuannya untuk mengurangi interaksi dengan orang asing. “Yang bisa saja membawa virus corona,” ujarnya.

https://www.instagram.com/p/CF-axAipanw/

Kemudian, para ibu hamil juga diharapkan bisa mengikuti senam hamil atau membaca buku-buku tentang merawat kehamilan. Sehingga bisa mengetahui perawatan yang pas bagi ibu dan si jabang bayi.

“Kalau di kami punya progam namanya Sinau Bareng Selembar Sehari Buku KIA (Sirengsari Bu KIA) dan pantau risiko tinggi ibu hamil jangan ada kematian ibu dan bayi (Parijata), ini juga bisa untuk mencegah kematian ibu,” terangnya.
“Kalau di kami punya progam namanya Sinau Bareng Selembar Sehari Buku KIA (Sirengsari Bu KIA) dan pantau risiko tinggi ibu hamil jangan ada kematian ibu dan bayi (Parijata), ini juga bisa untuk mencegah kematian ibu,” terangnya.Hanya, lanjut dia, para suami dan anggota keluarga juga diminta menerapkan protokol kesehatan yang sama. Karena menurutnya, sangat percuma jika sang suami malah abai akan protokol kesehatan.“Misal keluar tidak pakai masker, tidak menjaga jarak, kan nanti kumpul sama istri juga, jadi masih ada kemungkinan kena,” jelas dia.Sementara untuk mencegah angka kematian ibu (AKI) sendiri, DKK Kudus telah melakukan pendistribusian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada ibu hamil, hingga edukasi yang melibatkan lintas sektoral.“Kami juga memberi suplemen tambah darah hingga membuat Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Desa Ploso, kami juga menanggung biaya persalinan melalui Jampersal,” tandasnya.Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler