Demonstran Penolak Omnibus Law di Kudus Usung Keranda dan Nisan Bertulis RIP DPR
Anggara Jiwandhana
Kamis, 8 Oktober 2020 10:34:56
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Mereka, menganggap undang-undang tersebut sangat merugikan rakyat kecil dan hanya menguntungkan para penguasa.
Sejumlah spanduk berisi keluh kesah para demonstran pun turut dibawa. Bendera-bendera sejumlah organisasi kemahasiswaan dan masyarakat juga tampak dibawa.
Yang paling mencolok adalah dua keranda dan nisan. Dua keranda tersebut, ditulisi "RIP DPR " dengan menggunakan cat semprot.
[caption id="attachment_197126" align="aligncenter" width="880"]
Long march para pengunjuk rasa menuju Gedung DPRD Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]Salah satu orator, Agung Setiadi mengatakan Omnibus Law sangat merugikan masyarakat. Undang-undang itu menurut dia juga hanya menguntungkan bagi kalangan pengusaha saja.
"Ketika penguasa dan pengusaha main mata, di situ rakyat harus waspada," seru dia.
Massa pun kini tengah melakuan aksi long march menuju Gedung DPRD Kudus untuk melanjutkan orasinya di sana. Dengan harapan, para wakil rakyatnya mendengar aspirasi mereka.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



