Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Maker tersebut, dianggap cukup efektif untuk mencegah adanya airbond virus corona di lingkungan sekitar.

“Untuk yang beraktivitas di luar rumah memang sebaiknya tiga lapis. Tidak harus masker medis, masker kain tiga lapis sudah cukup,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi, Sabtu (17/10/2020).

Sementara untuk penggunaan masker medis, lanjut dia, adalah bagi orang-orang yang merasa memiliki gejala flu. Sehingga bisa mencegah adanya droplet yang keluar saat bersin atau batuk.

“Khusus untuk medis memang digunakan untuk orang yang bergejala atau semua tenaga kesehatan,” ujarnya.

https://www.instagram.com/p/CGWmpHHp8FE/

Andini pun menyarankan masyarakat untuk membawa masker cadangan, selain masker yang tengah dipakai. Sehingga ketika masker yang digunakan sudah merasa tidak nyaman, bisa memakai masker cadangannya.

“Penyimpanan masker cadangan juga diharapkan tidak sembarangan. Disimpan di saku atau tas yang higienis,” kata Andini.

Selain memakai masker tiga lapis, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah juga diminta untuk menjaga jarak. Terutama saat berada di kerumunan.

“Sehingga bisa menghindari kontak langsung yang bisa saja membawa virus,” ujar dia.Begitu pula saat usai menyentuh barang atau lainnya. Andini mengingatkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun . Jika memang tidak ada sumber air, bisa menggunakan hand sanitizer.“Sebelum memegang area wajah, sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu,” tandasnya.Sementara secara keseluruhan, kasus dalam wilayah Kudus sudah menyentuh angka 1.840 kasus. Di mana 1.505 pasien di antaranya, sudah sembuh dari corona.“Sementara ada 213 pasien yang meninggal dunia, keseluruhannya karena penyakit penyerta,” lanjutnya.Kemudian ada 893 kontak erat masih dipantau, 115 suspek, dan 50 probable. Dari 115 suspek dalam wilayah sebayak 31 dirawat, 74 isolasi mandiri dan 10 dirujuk. Untuk 50 kasus probable dalam wilayah, keseluruhannya meninggal dunia.https://youtu.be/VyPQVW1EnM8Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler