Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Alat ekstraksi robot sendiri, bisa meningkatkan kapasitas uji sampel swab suspek Covid-19 hingga 400 sampel.

“Kalau kemarin kan manual, paling mentok hanya 90 hingga seratus sampel per harinya,” kata Direktur RSUD Dr leokmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Ahcyar, Senin (19/10/2020).

Selain bisa memangkas antrean sampel swab, alat ekstraksi robot juga bisa meringankan pekerjaan para pengekstrak dan penguji sampel yang bertugas di lab khusus. “Sehingga risiko terpapar virus corona akan berkurang juga,” kata dia.

Alatnya senidiri, kata dia, tengah dilakukan uji fungsi.  Jika uji fungsi berjalan lancar, alat ini siap dioperasionalkan sesegera mungkin.

https://www.instagram.com/p/CGhia3SJ2-0/?utm_source=ig_web_copy_link

Pengadaan alat ekstraksi robotik sendiri dianggarkan sebesar Rp 700 juta. Anggaran tersebut diambil dari dana tak terduga.

Sementara Plt Bupati Kudus HM Hartopo mendukung langkah RSUD untuk melakukan pengadaan alat penunjang operasional RT-PCR.Semakin banyak sampel yang diproses dalam sehari, maka pemerintah bisa semakin cepat melakukan penanganan Covid-19. ” Semakin cepat hasil swab diketahui, semkain cepat proses tracking,” kata dia.Pihaknya sendiri kini memang tengah mengupayakan  penurunan status zona penyebaran Covid-19  dari oranye menjadi kuning. Sejumlah kebijakan pun akan dievaluasi.“Kami juga tengah meggodok Perda terkait penerapan protokol kesehatan, agar ada sanksi yang lebih mengikat sehingga masyarakat semakin patuh,” tandasnya.Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News