KH Sya’roni Tulis Ayat Pertama Mushaf Alquran Menara Kudus
Anggara Jiwandhana
Rabu, 28 Oktober 2020 18:45:01
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus mulai menulis mushaf Alquran dari hasil penelitian para ulama di Kudus. Ayat pertama ditulis langsung oleh ulama kharismatik KH Sya’roni Ahmadi di kaki Menara Kudus, Rabu (28/10/2020) sore.
Streering Commite Mbabar Mushaf Menara Abdul Jalil mengatakan, usai diawali oleh KH Sya’roni, akan diteruskan oleh sembilan kaligrafer yang memiliki kriteria tulisan yang sama.
Mereka yakni, Huda Purnawadi, Muhammad Sittu, Darmawan Syahputra, Huda Purnawadi, Turmudzy, Rizky Aria, Muslim, Ahmad Jamaludin, dan Kholis Fiad.
“Mereka nanti yang akan merampungkan Alqurannya, di tengah akan ada tulisannya Gus Mus, sementara di belakang akan ada tulisannya Ketua Yayasan Em Najib Hasan,” ucap Jalil.
Najib sendiri memperkirakan Alquran tersebut akan rampung lima bulan ke depan. Dengan jumlah penulis sembilan orang kaligrafer, estimasinya, kata dia adalah satu hari satu halaman.
“Kami kejar semaksimal mungkin, sehingga bisa rampung saat acara Ta’sis tahun depan,” kata dia.
Untuk desainnya, lanjut Jalil, nuansa lokal khas Menara Kudus akan dimasukkan di dalamnya. Untuk cover depannya, akan bernuansa Menara Kudus. Sementara untuk cover dalamnya, akan bernuasa gerbang Aryo Penangsang.
Kemudian untuk bordernya, lanjut dia, akan bernuansa ornamen-ornamen has Kudus. “Parijoto, cengkeh, atau Djambu bol nanti,” ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



