Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Arif Budi Siswanto mengatakan, pihak pengembang memang diharapkan untuk menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Tanpa mengurangi kualitas dari pembangunan.

Pasalnya, proses pembangunan tersebut berpacu dengan curah hujan tinggi yang dimungkinkan mengganggu pengerjaan proyek senilai Rp14,32 miliar tersebut.

“Kondisi saat ini memang sedang memasuki musim hujan sehingga sudah wajar pengerjaannya dikebut,” ucap Arif, Kamis (12/11/2020) pagi.

Pengerjaannya sendiri, lanjut dia, bahkan tak hanya pagi dan siang hari saja. Melainkan juga dilembur pada malam hari.

“Harapannya memang pada pertengahan Desember 2020 proyek tersebut sudah selesai,” tandasnya.

Sementara pelaksana pembangunan City Walk Jalan Sunan Kudus Aji Joko Laksono mengungkapkan, untuk mengejar target pengerjaan, memang dilakukan evaluasi per pekannya.

Untuk saat ini sendiri, pihaknya tengah mengebut pemasangan keramik dan pengerjaan saluran penangkap. Karena diakui, curah hujan memang memengaruhi pengerjaan.

“Namun sejauh ini bisa diatasi dengan melakukan aktivitas kerja siang dan malam sehingga target selalu terpenuhi,” kata dia.Sementara total pekerja yang dilibatkan, kata dia, mencapai 90 orang lebih. Sehingga target mingguan selalu tercapai.“Bahkan akhir pekan kemarin melampaui target hingga 20 persen,” tandasnya.Diketahui, konsep pembangunan Kudus City Walk merupakan kawasan semi pedestrian. Sepanjang jalur akan dihias pohon tabebuya dengan empat warna yang berbeda di masing-masing titik.Ada empat jenis warna, yakni merah, putih, kuning, dan pink. Keempat warna tersebut juga, akan dikelompokkan di empat titik yang berbeda. Dengan titik pertama di titik awal lokasi city walk, yakni pojok alun-alun. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler