Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi menjelaskan, sampai saat ini, kasus pasien sembuh corona memang tergolong meningkat.

Namun juga perlu diwaspadai untuk penambahan kasus baru per harinya.

“Artinya masyarakat tak boleh lengan untuk menerapkan protokol kesehatan,” ucap Andini Selasa (24/11/2020) pagi.

Karena sampai saat ini sendiri, masih ada sebanyak 188 kasus pasien aktif corona di Kudus. Sebanyak 103 di antaranya, kini menjalani isolasi mandiri. Sedang sisanya, yakni 85 orang menjalani perawatan.

“Kemudian untuk pasien meninggal, sudah ada sebanyak 268 orang, keseluruhannya dengan penyakit penyerta,” tandas Andini.

Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri, hingga kini masih mencoba menaikkan angka kesembuhan pasien dan menekan angka kematian pasien di Kota Kretek.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Azis Achyar menjelaskan, pihaknya pun memastikan akan terus melakukan penelusuran kontak dan menyisir golongan rentan terpapar.

Karena menurut dia, apabila jumlah kasus temuan Covid-19 menurun tanpa adanya penelusuran kontak, maka akan terjadi kegagalan dalam surveillance atau pengawasan.“Tujuan penelusuran kontak adalah mempermudah pemetaannya dan pengawasannya,” terangnya.Dari sisi jumlah kasus, kata dia, memang akan mengalami kenaikan. Namun, bukan berarti tidak bisa turun ke zona kuning ataupun hijau.Kabupaten Kudus sendiri, kata Aziz, juga tergolong siap dengan sarana dan prasarana penunjang untuk penanganan pasien Covid-19.“Termasuk jumlah tempat tidur untuk menangani pasien dalam jumlah banyak sekalipun, Kudus juga memiliki laboratorium,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler