Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Itu, terjadi ketika Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mendapat kunjungan dari Liasion Officer (LO) Satgas Covid-19 Pusat Brigjen Pol (Purn.) Oneng Subroto di Pendapa Kabupaten udus, Kamis (26/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Hartopo memang memaparkan keberhasilan Kudus yang bisa dengan cepat mendeteksi sampel-sampel pasien suspek corona dengan mesin RT PCRnya.

Oneng pun merespon positif keberhasilan Pemkab Kudus tersebut. “Kudus sangat bagus. Apalagi punya alat RT-PCR ini. Terus semangat untuk menekan angka Covid-19 dan selalu terapkan 3 M secara konsisten,” ungkap Oneng.

Sementara Hartopo menuturkan jika Pemkab Kudus sangat berkomitmen menekan sebaran kasus Covid-19. Penerapan 3 M yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan pun dilakukan dengan ketat.

“Kami terus berupaya untuk menekan kasus Covid-19 di Kudus. Masyarakat harus sadar bahwa penerapan protokol kesehatan ini sangat penting. Maka, ayo selalu terapkan 3 M,” kata Hartopo.

Terkait RT-PCR sendiri, dengan adanya alat tersebut bisa menjadikan RSUD dr Loekmono Hadi tempat rujukan pasien Covid-19 di wilayah eks-Karesidenan Pati. Sebab, hasil swab test langsung dapat diketahui.

Alhamdulillah, alat ini mampu membantu kami dalam mendeteksi Covid-19 dan uji swab tak perlu kirim ke luar kota lagi,” katanya.
Alhamdulillah, alat ini mampu membantu kami dalam mendeteksi Covid-19 dan uji swab tak perlu kirim ke luar kota lagi,” katanya.Hartopo juga melaporkan jika sektor industri di Kabupaten Kudus masih terus berjalan hingga kini. Walau demikian, pihaknya memastikan semua sektor industri menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.“Mereka boleh kerja tapi saya minta perusahaan terapkan protokol kesehatan yang sangat, sangat ketat,” lanjutnya.Berbagai bantuan baik alat pelindung diri (APD) maupun bantuan sosial telah disalurkan kepada tenaga kesehatan maupun masyarakat yang membutuhkan. Terbaru, bantuan APD diserahkan ke pondok pesantren di mana aktivitas santri berangsur normal.“Seluruhnya (bantuan) telah kami sampaikan. Terakhir, di pesantren. Ini adalah komitmen kami agar kasus Covid-19 di Kudus dapat ditekan,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler