Sekolah Tatap Muka Pada 2021 di Kudus Bisa Digelar Jika Masyarakat Patuh 3M
Anggara Jiwandhana
Sabtu, 28 November 2020 13:27:24
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kebijakan itu disebut bisa diterapkan jika masyarakat Kudus semakin patuh pada penerapan protokol kesehatan 3M.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengaku secara pribadi sebenarnya sudah berani mengambil kebijakan sekolah tatap muka.
Hanya memang dengan sejumlah skema agar bisa menekan penularan virus Covid-19 tersebut.
Yakni dengan membatasi siswa yang masuk dengan sistem sif atau bergantian. Semisal jika dalam satu kelas berisi 30 orang, maka dibagi dua sif pada pagi dan sore hari.
“Kalau saya pribadi berani, asalkan diperketat protokol kesehatannya, memang guru harus bekerja ekstra, ini adalah tantangan di masa pandemi global seperti ini,” ucap Hartopo, usai menghadiri HUT PGRI di Gedung PGRI Kecamatan Kaliwungu, Sabtu (28/11/2020).
Selain itu, Hartopo juga menegaskan jika keputusan akhirnya akan disesuaikan dengan tingkat kepatuhan masyarakat Kudus akan 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
“Jadi tergantung warga, kalau bisa meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan dan angka kasusnya menurun tentu akan dilaksanakan, kita lihat nanti,” jelas dia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



