KPAD Temukan Empat Remaja Penyuka Sesama Jenis di Kudus Terinfeksi HIV/AIDS
Anggara Jiwandhana
Selasa, 1 Desember 2020 13:59:50
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Empat remaja tersebut, keseluruhannya berjenis kelamin laki-laki dan berusia di antara 14 hingga 19 tahun, atau masih dalam kategori usia produktif.
Koordinator KPAD Kudus Eni Mardiyanti mengatakan, fakta yang cukup mengejutkan adalah karena mereka mendapat edukasi ketertarikan seksual sesama jenis dari sebuah aplikasi.
“Saat konseling mereka bilang memang dari aplikasi, dan ternyata benar memang ada aplikasi demikian,” kata Eny, Selasa (1/12/2020).
Untuk mencegah penularan yang lebih luas lagi, pihaknya pun kini tengah melakukan notifikasi pasangan. Sehinga ketika dilakukan pemantauan bisa lebih mudah.
“Kami buatkan mereka satu komunitas, ya supaya mereka lebih mudah terpantau,” sambungnya.
Selain menemukan empat kasus tersebut, KPAD Kudus juga menemukan sejumlah kasus lainnya. Di antaranya tujuh orang biseksual (penyuka sejenis dan lawan jenis), kemudian delapan orang ibu hamil, dan kasus paling banyak adalah orang berorientasi heteroseksual (penyuka lain jenis).
“Total kasusnya ada sebanyak 121 orang, dan 21 di antaranya meninggal,” ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



