Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Empat remaja tersebut, keseluruhannya berjenis kelamin laki-laki dan berusia di antara 14 hingga 19 tahun, atau masih dalam kategori usia produktif.

Koordinator KPAD Kudus Eni Mardiyanti mengatakan, fakta yang cukup mengejutkan adalah karena mereka mendapat edukasi ketertarikan seksual sesama jenis dari sebuah aplikasi.

“Saat konseling mereka bilang memang dari aplikasi, dan ternyata benar memang ada aplikasi demikian,” kata Eny, Selasa (1/12/2020).

Untuk mencegah penularan yang lebih luas lagi, pihaknya pun kini tengah melakukan notifikasi pasangan. Sehinga ketika dilakukan pemantauan bisa lebih mudah.

“Kami buatkan mereka satu komunitas, ya supaya mereka lebih mudah terpantau,” sambungnya.

Selain menemukan empat kasus tersebut, KPAD Kudus juga menemukan sejumlah kasus lainnya. Di antaranya tujuh orang biseksual (penyuka sejenis dan lawan jenis), kemudian delapan orang ibu hamil, dan kasus paling banyak adalah orang berorientasi heteroseksual (penyuka lain jenis).

“Total kasusnya ada sebanyak 121 orang, dan 21 di antaranya meninggal,” ujarnya.
“Total kasusnya ada sebanyak 121 orang, dan 21 di antaranya meninggal,” ujarnya.Jumlah tersebut, memang mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 kemarin yang berjumlah 154 orang. Namun dari segi temuan remaja, tahun 2020 ini meningkat tajam.“Inilah pentingnya penyuluhan, harus ada pencegahan dan edukasi yang dini terkait kesehatan reproduksi, jangka pencegahannya akan panjang, “ tegas dia.Di Hari peringatan HIV/AIDS sedunia ini pun, pihaknya mendorong semua aspek turut aktif dalam melakukan penyuluhan. Tak terbatas organisasi perangkat daerah, para anggota dewan dan semua pemangku kepentingan.Pihaknya, juga menyarankan pemerintah daerah untuk melakukan progam 90-90-90. Yakni 90 persen kelompok rentan terskrining, 90 persen pengidap diobati, dan 90 persen pasien tak menulari. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler