Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kenaikan jumlah kasus tersebut juga dibarengi dengan tingginya angka kematian pasien corona yang diketahui berada di angka 288 orang. Sementara untuk pasien sembuh, kini berjumlah 2.082 pasien.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dokter Abdul Aziz Achyar pun mengingatkan pada semua masyarakat Kudus untuk terus dan tetap patuh pada protokol kesehatan. Dimanapun dan kapanpun warga Kudus berada.

“Kami berharap ini segera menurun kembali, tapi ini perlu kesadaran bersama,” kata Aziz Kamis (3/2/2020) siang.

Warga Kudus juga diharap tak menurunkan kesadarannya akan protokol kesehatan (prokes). Karena bisa jadi, saat berada di kerumunan masyarakat, ada satu orang yang membawa virus tersebut.

“Harus terus waspada, protokol kesehatan 3M kami harapkan bisa terus diterapkan dengan ketat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kudus hingga kini masih mencoba menaikkan angka kesembuhan pasien dan menekan angka kematian pasien di Kota Kretek. Walau diketahui, kasus corona di Kabupaten Kudus menjadi nomor dua terbanyak di Jawa Tengah.

Pihaknya pun memastikan akan terus melakukan penelusuran kontak dan menyisir golongan rentan terpapar.

Karena menurut dia, apabila jumlah kasus temuan Covid-19 menurun tanpa adanya penelusuran kontak, maka akan terjadi kegagalan dalam surveillance atau pengawasan.
Karena menurut dia, apabila jumlah kasus temuan Covid-19 menurun tanpa adanya penelusuran kontak, maka akan terjadi kegagalan dalam surveillance atau pengawasan.“Tujuan penelusuran kontak adalah mempermudah pemetaannya dan pengawasannya,” terangnya.Dari sisi jumlah kasus, kata dia, memang akan mengalami kenaikan. Namun, bukan berarti tidak bisa turun ke zona kuning ataupun hijau.Karena hal terpenting adalah bisa meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian sesuai harapan Pemerintah Pusat.Kabupaten Kudus  sendiri, kata Aziz, juga tergolong siap dengan sarana dan prasarana penunjang untuk penanganan pasien covid-19.“Termasuk jumlah tempat tidur untuk menangani pasien dalam jumlah banyak sekalipun, Kudus juga memiliki laboratorium,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler