Trotoar di Kabupaten Kudus Dianggap Tak Ramah Difabel
Anggara Jiwandhana
Jumat, 4 Desember 2020 14:35:51
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
“Bayangkan jika seorang tuna netra berjalan sesuai guiding block yang telah dibangun tersebut. Hampir semuanya tak ramah difabel,” ucap Koordinator FKDK Kudus Rismawan Yulianto, Jumat (4/12/2020).
Selain itu, banyak trotoar yang ketinggiannya sangat tidak lazim. Ada juga, trotoar yang tidak memiliki akses untuk naik.
Sehingga para kaum disabiltas yang menggunakan kursi roda jadi kepayahan untuk naik. “Karena terlalu tinggi jadi sedikit kesulitan,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya pun berharap semua pemangku kepentingan di Kabupaten Kudus untuk tidak mengabaikan kaum disabilitas. Khususnya hak-hak kaum disabilitas, seperti mendapat trotoar yang layak dan ramah disabilitas.
Para difabel, lanjut Rismawan, juga diharapkan bisa mendapat ruang lebih untuk berekspresi maupun bekerja dan menjalankan hidupnya.
“Supaya bisa maju dan bisa mandiri, jangan ada pendiskriminasian kaum difabel di sektor apapun dan dari segi manapun,” terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



