Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo memaparkan, 14 kejadian tersebut didominasi angin kencang hingga merobohkan pohon di sejumah titik. Sementara sisanya, adalah seperti banjir dan tanah longsor.

“Bencana terjadi di enam kecamatan yang berbeda,” kata Budi via sambungan telepon, Senin (7/12/2020).

Lebih rinci, Budi merincikan ada sebanyak delapan peristiwa pohon tumbang. Kemudian tiga peristiwa banjir limpasan, serta satu peristiwa angin kencang dan tanah longsor. “Kami juga melakukan bersih sungai di Desa Sidorekso,” sambungnya.

Untuk pohon tumbang, tambah dia, tersebar di sejumlah titik. Mulai dari titik yang paling tinggi di objek wisata Rejenu Colo, hingga di Jalan Lingkar Desa Garung Kidul.

Kemudian untuk banjir limpasan, tambah dia, berada di tiga titik di Kecamatan Mejobo. Yakni di Desa Kesambi, Desa Mejobo, dan Desa Golantepus. “Untuk longsor dan angin kencangnya ada di Desa Colo,” rincinya.

Pihak BPBD, tambah Budi, pun meminta semua warga yang berada di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih intensitas hujan di Kabupaten Kudus mulai meninggi.

Pihaknya, juga mengimbau desa-desa yang dilewati aliran sungai untuk segera melakukan pembersihan sampah di seputaran sungai.  Terutama sampah-sampah ranting pohon yang kerap jadi penyebab limpasan air di daerah hilir.

Salah satu desa yang tergenang banjir adalah Dukuh Ngeprek, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus tergenang banjir.Pantauan di lokasi, tinggi genangan air yang berada di seputaran jalan desa tersebut bervariasi. Ada yang baru semata kaki orang dewasa, hingga hampir mencapai lutut orang dewasa.Sejumlah rumah dengan ketinggian yang sama dengan ruas jalan juga nampak mulai kemasukan air.Salah satu warga, Sunhadi mengatakan di daerah tersebut memang kerap jadi langganan limpasan air. Terlebih jika cuaca di daerah utara Kabupaten Kudus tengah hujan“Dari limpasan sungai dekat sawah, ini sudah tiap tahun terjadi,” ucap Hadi di lokasi, Senin (7/12/2020) siang.Alasan lainnya, tambah dia, adalah daya tampung gorong-gorong yang begitu kecil. Sehingga tidak mampu menampung debit limpasan air.Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler