Hujan Seharian, Ada 14 Peristiwa Bencana Terjadi di Kudus Hari Ini
Anggara Jiwandhana
Senin, 7 Desember 2020 19:19:51
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo memaparkan, 14 kejadian tersebut didominasi angin kencang hingga merobohkan pohon di sejumah titik. Sementara sisanya, adalah seperti banjir dan tanah longsor.
“Bencana terjadi di enam kecamatan yang berbeda,” kata Budi via sambungan telepon, Senin (7/12/2020).
Lebih rinci, Budi merincikan ada sebanyak delapan peristiwa pohon tumbang. Kemudian tiga peristiwa banjir limpasan, serta satu peristiwa angin kencang dan tanah longsor. “Kami juga melakukan bersih sungai di Desa Sidorekso,” sambungnya.
Untuk pohon tumbang, tambah dia, tersebar di sejumlah titik. Mulai dari titik yang paling tinggi di objek wisata Rejenu Colo, hingga di Jalan Lingkar Desa Garung Kidul.
Kemudian untuk banjir limpasan, tambah dia, berada di tiga titik di Kecamatan Mejobo. Yakni di Desa Kesambi, Desa Mejobo, dan Desa Golantepus. “Untuk longsor dan angin kencangnya ada di Desa Colo,” rincinya.
Pihak BPBD, tambah Budi, pun meminta semua warga yang berada di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih intensitas hujan di Kabupaten Kudus mulai meninggi.
Pihaknya, juga mengimbau desa-desa yang dilewati aliran sungai untuk segera melakukan pembersihan sampah di seputaran sungai. Terutama sampah-sampah ranting pohon yang kerap jadi penyebab limpasan air di daerah hilir.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



