Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penambahan tersebut terjadi karena Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus kembali mencatat adanya penambahan kasus besar-besaran pada Selasa (9/12/2020) malam. Yakni sebanyak 44 kasus baru dari dalam wilayah.

Satgas Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi memaparkan, penambahan kasus corona di Kabupaten Kudus kini tengah mengalami peningkatan usai beberapa libur panjang.

Penambahan pasien kali ini juga terjadi merata di hampir semua kecamatan di Kudus. Dengan penambahan paling banyak terjadi di Kecamatan Gebog dengan sepuluh kasus.

Disusul Kecamatan Kota sembilan kasus, dan masing-masing tujuh kasus di Bae dan Kaliwungu.

“Sementara yang nihil penambahan kali ini dari Kecamatan Mejobo,” ucap Andini Rabu (9/12/2020) pagi.

Walau demikian, penambahan pasien sembuh juga lumayan banyak. Yakni sebanyak 23 kasus pasien yang telah dinyatakan sembuh. Persebarannya, juga hampir merata.

“Namun tidak menjadi alasan untuk mengendurkan protokol kesehatan,” katanya.

Pihaknya pun terus mengingatkan masyarakat Kudus untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Pihaknya pun terus mengingatkan masyarakat Kudus untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.Dengan begitu, penularan corona bisa dicegah semaksimal mungkin. “Kuncinya ada di 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” sambung Andini.Andini pun menyarankan masyarakat di Kota Kretek yang ingin beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker kain tiga lapis. Masker tersebut, dianggap cukup efektif untuk mencegah adanya airbond virus corona di lingkungan sekitar.“Untuk yang beraktifitas di luar rumah memang sebaiknya tiga lapis, tidak perlu masker medis, masker kain tiga lapis sudah cukup,” kata dia.Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat lebih sadar akan etika batuk atau bersin. Mereka, juga diminta untuk mengenakan masker medi s ketika tengah mengalami flu dan batuk tersebut.“Khusus untuk medis memang digunakan untuk orang yang bergejala atau semua tenaga kesehatan,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler