Progam Asuransi Tani Padi Masih Minim Dimanfaatkan Petani Kudus
Anggara Jiwandhana
Sabtu, 12 Desember 2020 09:31:26
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Ratih Rustiyorini mengatakan, Kudus sebenarnya mendapat alokasi progam tersebut seluas 3000 hektare.
Namun hingga kini, pihak dinas mencatat lahan pada garapan petani yang didaftarkan, baru sekitar 15,44 persen.
“Padahal ketika garapan petani yang puso akibat banjir atau serangan hama bisa dapat ganti atas biaya yang sudah dikeluarkan,” katanya, Sabtu (12/12/2020) pagi.
Oleh karena itu, pihaknya berharap para petani bisa segera mendaftarkan sawah padinya. Terutama pada daerah-daerah yang rawan bencana alam.
“Petani juga tidak perlu membayar semua preminya karena disubsidi pemerintah,” sambungnya.
Persyaratannya sendiri, kata Ratih, yang paling utama adalah harus sudah terdaftar dalam kelompok petani serta menyerahkan fotokopi identitas diri serta mengisi formulir yang disediakan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



