Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tak hanya tata kota dengan segala fasilitasnya, melainkan juga aturan-aturan yang ada di dalamnya, seperti peraturan daerah atau bentuk lainnya.

“Sehingga para kaum disabilitas bisa lebih diperhatikan para pemangku kebijakan di Kota Kretek,” ucap Koordinator FKDK Kudus Rismawan Yulianto dalam seremoni puncak acara Hari Disabilitas Internasional di Gedung DPRD Kudus, Minggu (13/12/2020).

Oleh karena itu, pihaknya pun berharap pemerintah daerah bisa menjamin semua hak-hak para kaum disabilitas. Karena menurutnya, kenyataan di lapangan para kaum difabel kurang mendapatkan hak-haknya.

“Hak difabel itu banyak, mulai dari hak pendidikan, kesejahteraan, hingga kesehatan,” ujarnya.

Walau demikian, pihak FKDK juga mendorong semua anggotanya untuk mengikuti ujian kejar paket. Mengingat banyak sekali kaum difabel Kudus yang belum memiliki ijazah yang layak untuk digunakan melamar pekejaan.

“Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya dengan mendapat pekerjaan yang layak,” terangnya.
“Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya dengan mendapat pekerjaan yang layak,” terangnya.Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo juga mendorong para kaum difabel di Kudus untuk memanfaatkan progam-progam yang dimiliki pemkab.Hartopo mengatakan, Pemkab Kudus tak kurang menyiapkan anggaran kejar paket untuk para kaum difabel yang ingin mengikutinya. Namun yang memanfaatkannya, kata dia, masih minim.“Oleh karena itu buatlah Satgas untuk ini, data dan sosialisasikan supaya banyak yang tau dan mengikuti kejar paket,” kata dia.Dengan begitu, banyak kaum difabel yang bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. “Tentu perusahaan akan mempertimbangkan jika para kaum difabel juga telah mengenyam pendidikan yang baik,” tandasnya.Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler