Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf menyatakan, sejak adanya pandemi, harga kedelai memang terus merangkak naik.

Saat ini, harga kedelai di Kabupaten Kudus berkisar di angka Rp 9.000. Dari harga sebelumnya yang hanya berkisar di Rp 6.500 saja. “Dengan adanya faktor itu, harganya jadi terdongkrak naik,” ucapnya Selasa (5/1/2021).

Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan para perajin tahu dan tempe di Kabupaten Kudus.

Apabila pengusaha tahu dan tempe yang tidak bisa menaikkan harga jual di pasaran, maka dianjurkan untuk berhenti produksi sementara.

Namun, apabila masih bisa menaikkan karena didukung permintaan pasar, bisa tetap produksi dengan harga jual menyesuaikan kenaikan harga bahan baku. “Terutama konsumen konsumen parati besar,” ujarnya.

Pihaknya pun memastikan untuk stok impor bagi perajin tahu dan tempe di Kabupaten Kudus tersedia cukup. Di gudang Primkopti Kabupaten Kudus sendiri, lanjutnya, kini tersedia sekitar 50 ton kedelai. “Untuk saat ini stok masih aman,” tandasnya.

Sementara Ketua Paguyuban Perajin Tahu Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus Bambang Sutrisno pun mengakui naiknya harga kedelai cukup membuat dirinya waswas.Beruntung, naiknya harga kedelai yang merupakan bahan utama pembuatan tahu tersebut belum memengaruhi permintaan pasar. Karena sampai saat ini, kata dia, permintaan masih stabil-stabil saja.Karena hal tersebut, pihaknya juga belum melakukan penurunan produksi. Per harinya, kata dia, pabrik tahu miliknya bisa membuat sekitar 360 papan tahu. Dengan bahan baku tujuh kuintal kedelai.Hanya, apabila harga kedelai terus menerus mengalami kenaikan, pihaknya khawatir pasar tak bisa menerima harga tahu yang akan di lepas di pasaran. "Di saat itu, kami akan mempertimbangkan untuk berhenti produksi dulu," tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News