167 Rumah di Jati Wetan Kudus Masih Tergenang Banjir
Anggara Jiwandhana
Rabu, 20 Januari 2021 13:13:25
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 167 rumah di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus masih tergenang banjir hingga Rabu, (20/1/2021) siang. Banjir mulai menggenangi desa tersebut sejak Selasa(19/1/2021) kemarin, usai diguyur hujan deras dalam dua hari terakhir.
Kepala Desa Jati Wetan Suyitno mengatakan, untuk saat ini, air memang masih membanjiri sebagian besar pemukiman di desanya. Dengan ketinggian rata-rata 10 hingga 70 sentimeter.
Total kepala keluarga (KK) yang terdampak, lanjut dia, ada sebanyak 219 KK dan 579 jiwa.
“Jumlah tersebut tersebar di tiga dukuh yang terdampak, Dukuh Tanggulangin, Barisan, dan Gendok,” katanya.
Warga yang rumahnya terendam, kini masih bertahan di rumahnya masing-masing. Walau demikian, pihaknya telah menyiapkan tempat pengungsian untuk para warga yang ingin mengungsi.
“Sudah kami siapkan, tapi mereka memang masih ingin bertahan di rumah,” ujarnya.
Terkait penyebab banjir kata dia, daerah Jati Wetan memang jadi langganan buangan air dari Kecamatan Kota, karena berada di daratan yang lebih rendah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Air masih menggenangi Dukuh Tanggulangin Rabu (20/1/2021). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 167 rumah di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus masih tergenang banjir hingga Rabu, (20/1/2021) siang. Banjir mulai menggenangi desa tersebut sejak Selasa(19/1/2021) kemarin, usai diguyur hujan deras dalam dua hari terakhir.
Kepala Desa Jati Wetan Suyitno mengatakan, untuk saat ini, air memang masih membanjiri sebagian besar pemukiman di desanya. Dengan ketinggian rata-rata 10 hingga 70 sentimeter.
Total kepala keluarga (KK) yang terdampak, lanjut dia, ada sebanyak 219 KK dan 579 jiwa.
“Jumlah tersebut tersebar di tiga dukuh yang terdampak, Dukuh Tanggulangin, Barisan, dan Gendok,” katanya.
Warga yang rumahnya terendam, kini masih bertahan di rumahnya masing-masing. Walau demikian, pihaknya telah menyiapkan tempat pengungsian untuk para warga yang ingin mengungsi.
“Sudah kami siapkan, tapi mereka memang masih ingin bertahan di rumah,” ujarnya.
Terkait penyebab banjir kata dia, daerah Jati Wetan memang jadi langganan buangan air dari Kecamatan Kota, karena berada di daratan yang lebih rendah.
Keadaan juga diperparah dengan tingginya debit air Sungai Wulan. Sehingga sungai lokal, tidak bisa membuang airnya ke Sungai Wulan.
“Satu-satunya cara memang dengan pompa karena debit Sungai Wulan sekarang kisaran 500 m3/kibik,” jelas dia.
Jika cuaca hari ini cerah, tambah dia, air genangan bisa saja surut dalam beberapa hari ke depan. Namun, apabila cuaca hujan kembali, maka bisa jadi genangan bertambah tinggi. “Setidaknya jika tidak hujan lagi maka air bisa menyusut ,” jelas dia.
Diketahui, Desa Jati Wetan menjadi salah satu desa yang terdampak akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Kudus dua hari belakangan. Akibatnya tiga dukuh tergenang akibat luapan sungai kencing yang melewati desa tersebut.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha