Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kudus kini sudah berlangsung selama dua pekan. Walau demikian, angka penambahan kasus harian pasien corona di Kabupaten Kudus masih tinggi.

Pada Minggu, (25/1/2021) malam, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus mencatat ada sebanyak 23 pasien baru. Jumlah pasien aktif pun kini berada di angka 531 orang, dari total 4.637 Kasus.

Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 436 pasien yang meninggal dunia. Sementara untuk pasien sembuh, berjumlah sebanyak 3.670 orang.

Selain itu juga, ada sebanyak 2.491 kontak erat masih dipantau, 296 suspek, dan 76 probabel.

Dari 296 suspek dalam wilayah sebayak 156 dirawat dan 140 isolasi mandiri. Untuk 76 kasus probable, semuanya meninggal dunia.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan, masih tingginya penambahan harian ini adalah karena masyarakat masih kucing-kucingan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Para pelaku usaha dan pariwisata pun diakui juga masih kucing-kucingan dalam mengontrol pengunjungnya.

"Kemarin sejumlah objek wisata saya tinjau mereka normatif, tapi di lain hari mereka ramai penuh sesak, ada yang akan kami panggil hari ini untuk kami edukasi," tegas Hartopo.

Oleh karena itu pihaknya pun berharap semua elemen masyarakat punya kesadaran diri terhadap penerapan protokol kesehatannya.
Oleh karena itu pihaknya pun berharap semua elemen masyarakat punya kesadaran diri terhadap penerapan protokol kesehatannya.Hartopo mengatakan, pemerintah terus melakukan edukasi terkait penerapan prokes. Namun jika tidak dibarengi dengan kesadaran diri sendiri, maka akan sulit menerapkannya."Yang terpenting adalah kesadaran diri sendiri, pemerintah terus menghimbau terus menerus," jelas dia.Senada, Satgas Penanganan Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi juga berharap kepada masyarakat untuk tidak mengendurkan penerapan protokol kesehatan.Terlebih ketika masyarakat berada dalam kegiatan kerumunan. Mereka sangat diminta untuk memakai masker dan mencuci tangan sebelum atau setelahnya.  “Serta tetap berupaya untuk menjaga jarak,” jelas Andini.Semua pasien yang menjalani isolasi mandiri, lanjut dia, juga diharap benar-benar bisa melakukan isolasi mandiri dengan sungguh-sungguh. Sehingga angka penularan tidak terus naik.“Semua tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 juga terus berupaya semaksimal mungkin untuk menyembuhkan pasien,” terangnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler