Persentase Penularan dan Kematian Corona di Kudus Menurun Saat PPKM Tahap Pertama
Anggara Jiwandhana
Senin, 1 Februari 2021 15:35:31
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap pertama di Kabupaten Kudus diklaim menunjukkan hasil yang positif. Data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, angka kematian akibat Covid-19 dan penularan mengalami penurunan selama PPKM tahap pertama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dr Andiri Aridewi merincikan, untuk angka kematian, turun menjadi 9,42 persen. Dari sebelum PPKM yang jumlahnya mencapai 10,09 persen.
Sementara angka pasien aktif di Kudus turun menjadi 11,45 persen dari sebelum PPKM sebesar 11,69 persen.
"Secara keseleruhan, angka penularan mengalami penurunan selama PPKM tahap pertama ini," ucap Andini, Senin (1/2/2021).
Sementara untuk angka kesembuhan pasien, lanjut Andini, mengalami kenaikan menjadi 79,27 persen. Dari sebelum PPKM yang hanya sebesar 78,42 persen.
"Sehingga untuk keterisian tempat tidur pasien isolasi juga mengami penuruan, untuk saat ini kini terisi 50 persen yang sebelumnya terisi 78 persen," sambung Andini.
Penerapan protokol kesehatan di kalangan masyarakat juga diklaim naik selama masa PPKM. Terutama untuk perilaku mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Tim khusus memakamkan jenazah positif corona di Kudus, Senin (1/6/2020). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap pertama di Kabupaten Kudus diklaim menunjukkan hasil yang positif. Data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, angka kematian akibat Covid-19 dan penularan mengalami penurunan selama PPKM tahap pertama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dr Andiri Aridewi merincikan, untuk angka kematian, turun menjadi 9,42 persen. Dari sebelum PPKM yang jumlahnya mencapai 10,09 persen.
Sementara angka pasien aktif di Kudus turun menjadi 11,45 persen dari sebelum PPKM sebesar 11,69 persen.
"Secara keseleruhan, angka penularan mengalami penurunan selama PPKM tahap pertama ini," ucap Andini, Senin (1/2/2021).
Sementara untuk angka kesembuhan pasien, lanjut Andini, mengalami kenaikan menjadi 79,27 persen. Dari sebelum PPKM yang hanya sebesar 78,42 persen.
"Sehingga untuk keterisian tempat tidur pasien isolasi juga mengami penuruan, untuk saat ini kini terisi 50 persen yang sebelumnya terisi 78 persen," sambung Andini.
Penerapan protokol kesehatan di kalangan masyarakat juga diklaim naik selama masa PPKM. Terutama untuk perilaku mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.
Andini merincikan, untuk kesadaran penggunaan masker di Kudus kini ada di angka 57,3 persen. Sementara untuk kesadaran mencuci tangan, berada di angka 64,09 persen. "Kemudian untuk menjaga jarak 49,21 persen," tandasnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, masing-masing kepala daerah kini diinstruksikan untuk berinovasi sesuai kondisi daerahnya.
Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan PPKM secara nasional dianggap kurang maksimal. "Inovasi dibutuhkan agar bisa meningkatkan kepatuhan akan PPKM ini," kata Hartopo.
Walau demkian, Kabupaten Kudus sendiri pada masa PPKM tahap pertama mengalami penurunan kasus pasien baru dan pasien meninggal. Walau memang, jumlahnya tidak terlalu signifikan.
"Sememtara penerapan 3M mengalami peningkatan, angka kesembuhan pasien juga mengalami peningkatan," tandas dia.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha