Tambah 19, Kasus Aktif Corona di Kudus Jadi 444 Orang
Anggara Jiwandhana
Selasa, 2 Februari 2021 08:58:49
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Kasus terkonfirmasi corona di Kabupaten Kudus bertambah 19 orang pada Senin (1/2/2021) malam. Keseluruhan dari kasus tersebut, berasal dari dalam wilayah
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, adanya penambahan kasus baru tersebut menjadikan kasus aktif corona di Kabupaten Kudus kini bertambah menjadi 444 pasien.
Dengan rincian, 117 pasien menjalani perawatan di rumah sakit dan 327 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri dengan pantauan puskesmas setempat.
“Pada Senin malam kami mengonfirmasi ada 19 pasien baru dari tujuh Kecamatan, yakni di Kecamatan Undaan dan Jati masing-masing lima orang, Jekulo tiga orang, Dawe dan Mejobo dua orang, serta masing-masing satu di Kota dan Bae,” kata Andini Selasa (2/2/2021) pagi.
Sementara untuk kasus pasien sembuh sendiri, lanjut Andini, hanya bertambah sebanyak satu orang saja. Sehingga jumlah pasien sembuh corona di Kabupaten Kudus kini berada di angka 3971 orang.
“Untuk total kasus kini menjadi 4.865 kasus, 450 sisanya adalah pasien meninggal dunia,” sambung Andini.
Selain tengah mengawasi pasien positif, pihaknya kini juga masih memantau 2.369 kontak erat, 261 suspek, dan 79 probable. Dari 261 suspek dalam wilayah sebayak 157 dirawat dan 104 isolasi mandiri.
“Sementara untuk 79 probable, keseluruhannya meninggal dunia,” kata Andini.
Andini menambahkan, pada pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kudus tahap pertama sendiri, untuk angka pasien aktif dan meninggal mengalami penurunan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Dokter Andini Aridewi, Satgas Penanganan Covid-19 Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Kasus terkonfirmasi corona di Kabupaten Kudus bertambah 19 orang pada Senin (1/2/2021) malam. Keseluruhan dari kasus tersebut, berasal dari dalam wilayah
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, adanya penambahan kasus baru tersebut menjadikan kasus aktif corona di Kabupaten Kudus kini bertambah menjadi 444 pasien.
Dengan rincian, 117 pasien menjalani perawatan di rumah sakit dan 327 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri dengan pantauan puskesmas setempat.
“Pada Senin malam kami mengonfirmasi ada 19 pasien baru dari tujuh Kecamatan, yakni di Kecamatan Undaan dan Jati masing-masing lima orang, Jekulo tiga orang, Dawe dan Mejobo dua orang, serta masing-masing satu di Kota dan Bae,” kata Andini Selasa (2/2/2021) pagi.
Sementara untuk kasus pasien sembuh sendiri, lanjut Andini, hanya bertambah sebanyak satu orang saja. Sehingga jumlah pasien sembuh corona di Kabupaten Kudus kini berada di angka 3971 orang.
“Untuk total kasus kini menjadi 4.865 kasus, 450 sisanya adalah pasien meninggal dunia,” sambung Andini.
Selain tengah mengawasi pasien positif, pihaknya kini juga masih memantau 2.369 kontak erat, 261 suspek, dan 79 probable. Dari 261 suspek dalam wilayah sebayak 157 dirawat dan 104 isolasi mandiri.
“Sementara untuk 79 probable, keseluruhannya meninggal dunia,” kata Andini.
Andini menambahkan, pada pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kudus tahap pertama sendiri, untuk angka pasien aktif dan meninggal mengalami penurunan.
Untuk pasien aktif di Kudus turun menjadi 11,45 persen dari sebelum PPKM sebesar 11,69 persen.
Kemudian untuk angka kematian, turun menjadi 9,42 persen. Dari sebelum PPKM yang jumlahnya mencapai 10,09 persen.
"Secara keseluruhan, angka penularan mengalami penurunan selama PPKM tahap pertama ini,” sambungnya.
Walau demikian, pihaknya berharap berharap kepada masyarakat untuk tidak mengendurkan penerapan protokol kesehatan.
Terlebih ketika masyarakat berada dalam kegiatan kerumunan. Mereka sangat diminta untuk memakai masker dan mencuci tangan sebelum atau setelahnya.
“Serta tetap berupaya untuk menjaga jarak,” jelas dia.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha