Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Ratusan warga di sejumlah desa di Kabupaten Kudus yang terdampak banjir hingga Selasa (2/2/2021) siang masih enggan mengungsi. Padahal potensi banjir masih besar, seiring curah hujan di Kota Kretek yang masih tinggi.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsaiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Wiyoto menyatakan, banjir yang paling parah, berada di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu.

“Namun warga desa masih belum mau mengungsi, begitu juga dengan desa-desa yang banjir lainnya. Sampai saat ini sendiri sebenarnya debit Sungai Wulan memang sudah turun, tapi ketinggian banjir belum menyusut,” katanya melalui sambungan telepon.

Walau demikian, pihak Pemkab Kudus telah menyiapkan tempat pengungsian dengan standar protokol kesehatan dan kelengkapan medis beserta dapur umum yang lengkap.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi secara tiba-tiba. “Selama rumah mereka masih bisa ditempati, mereka lebih memilih bertahan,” ujarnya.

Wiyoto menyebut, untuk desa di Kudus yang tergenang banjir kini jumlahnya bertambah. Data sementara, selain terjadi di empat desa di Kecamatan Kaliwungu, banjir juga terjadi di dua desa di Kecamatan Jati, dan dua desa di Kecamatan Mejobo.

“Khusus Desa Mejobo dan Golantepus di Kecamatan Mejobo, genangan akan berkurang jika cuaca bagus. Karena penyebabnya hanya limpasan air dari Sungai Dawe dan Piji,” ungkapnya.
“Khusus Desa Mejobo dan Golantepus di Kecamatan Mejobo, genangan akan berkurang jika cuaca bagus. Karena penyebabnya hanya limpasan air dari Sungai Dawe dan Piji,” ungkapnya.Baca: Tumpukan Sampah di Jembatan Dituding Jadi Biang Banjir Ngembalrejo KudusSementara untuk desa lainnya seperti, Desa Setrokalangan, Desa Kedungdowo, Desa Banget, dan Desa Blimbing Kidul di Kecamatan Kaliwungu, serta Desa Jati Wetan dan Pasuruhan Lor di Kecamatan Jati menunggu menurunnya debit Sungai Wulan.Sementara Kepala Desa Pasuruhan Lor Nor Badri mengatakan, sampai saat ini ada sebanyak sepuluh jiwa yang telah mengungsi di lokasi pengungsian. Pihaknya pun kini tengah mempersiapkan semuanya untuk antisipasi lonkalan pengungsi.“Jika nanti mati listrik dan tambah tinggi sangat dimungkinkan ada lonjakan pengungsi,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler