Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai menginstruksikan tujuh dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus untuk waspada terhadap bencana alam banjir dan tanah longsor.

Terlebih, curah hujan di Kabupaten Kudus kini masih tinggi. Genangan banjir di sejumlah desa yang terendam sejak pekan lalu juga belum kunjung menyurut.

"Saat ini makin parah, semua kecamatan di Kudus, kecuali Kota dan Bae harus mulai waspada. Karena bencana yang saat ini pasti akan berdampak ke yang lainnya," kata Plt Bupati Kudus Hartopo usai menghadiri rapat koordinasi siaga darurat banjir dan tanah longsor, Rabu (10/2/2021).

Para camat, lanjut Hartopo, diminta segera membuat tempat pengungsian siaga bencana yang dilengkapi dapur umum. Hartopo memastikan, semua kebutuhan logistik akan dicukupi oleh pemerintah daerah.  "Untuk logistik dijamin dari pemkab," sambung Hartopo.

Sementara para camat di tujuh kecamatan yakni Jekulo, Mejobo, Undaan, Jati, Kaliwungu, Dawe, dan Gebog diinstruksikan untuk segera mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk mengungsi.

Untuk daerah atas seperti Gebog dan Dawe, warga yang rumahnya berada di tepian tebing diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang disediakan ataupun di rumah kerabatnya.

Sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan bisa menghindari korban jiwa.  "Jika ada warga yang tinggal di tempat rawan, segera mengungsi," katanya.

Sementara untuk warga yang berada di daerah banjir yang masih bertahan walaupun rumahnya telah tergenang, Hartopo menginstruksikan untuk segera diajak mengungsi.
Sementara untuk warga yang berada di daerah banjir yang masih bertahan walaupun rumahnya telah tergenang, Hartopo menginstruksikan untuk segera diajak mengungsi."Segera mengungsi, kami jamin tak ada yang kelaparan dan pengobatan gratis akan jalan terus," perintahnya.Selain itu, pihaknya juga akan menambah anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk merawat tanggul-tanggul yang rawan jebol. Sehingga ketika musim hujan, tidak terjadi jebol yang mengakibatkan banjir.Pihak Pemkab sendiri, kini belum bisa berbuat banyak terkait banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Kudus.Namun untuk ke depannya, akan membentuk tim pemeliharaan tanggul untuk mencegah adanya banjir tahunan akibat jebolnya tanggul maupun limpasnya air dari tanggul ke pemukiman rakyat.Selain itu, warga maupun perusahaan yang ingin mendirikan bangunan di daerah tadah air hujan seperti di Desa Jati Wetan. Atau tepatnya Dukuh Gendok, Barisan, dan Tanggulangin, diminta untuk membuat serta resapan air. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler