Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Puluhan anak korban banjir di pengungsian Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus diajak bermain di area pengungsian oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kudus, Rabu (10/2/20210).

Pantauan di lapangan, berbagai permainan pun dimainkan dengan panduan dari salah satu personel GP Ansor Kudus. Sejumlah anak yang berusia delapan hingga belasan tahun tersebut juga nampak bahagia.

Ketua GP Ansor Kabupaten Kudus Dasa Susila mengatakan, gerakan ini didasari karena melihat banyaknya anak yang mulai jenuh berada di pengungsian.

Dasa menambahkan, anak-anak yang berada di pengungsian kini tak bisa bebas bermain seperti sebelum mengungsi. Sehingga perlu diajak bermain lagi untuk trauma healing.

"Kami mencoba untuk mengajak mereka bermain pada kesempatan kali ini, untuk trauma healing," ucap Dasa di lokasi pengungsian di MTs As Saidah, Karangrowo, Rabu sore.

Selain mengajak anak-anak bermain, GP Ansor juga turut mengedukasi penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada anak-anak. Dengan begitu, mereka tetap bisa beraktivitas normal tanpa meninggalkan protokol kesehatan.
Selain mengajak anak-anak bermain, GP Ansor juga turut mengedukasi penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada anak-anak. Dengan begitu, mereka tetap bisa beraktivitas normal tanpa meninggalkan protokol kesehatan."Kami juga memberikan snak dan susu sebagai pemenuhan nutrisi mereka, selain itu kami juga memberi masker untuk mereka dan pengungsi lainnya," sambung Dasa.Sementara Muhammad Bayu salah satu anak yang mengungsi menuturkan jika dia cukup jenuh berada di pengungsian. Ia mengungsi lantaran rumahnya, terendam banjir dengan ketinggian 50 sentimeter."Bosan lama-lama di pengungsian," kata siswa kelas lima sekolah dasar tersebut. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler