Banjir di Kudus Berangsur Surut, 852 Orang Masih Mengungsi
Anggara Jiwandhana
Kamis, 11 Februari 2021 20:50:29
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Banjir yang melanda beberapa desa di Kabupaten Kudus berangsur mulai surut, Kamis (11/2/2021) malam. Ketinggian banjir kini berkisar di angka lima hingga 20 sentimeter.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Budi Waluyo menyebutkan, sampai saat ini masih ada 13 desa di tiga kecamatan yang masih tergenang.
"Untuk Kecamatan Jati ada tiga desa yang masih tergenang, Mejobo ada enam, dan Undaan ada empat desa, namun rata-rata sudah mulai surut," ucap Budi, Kamis petang.
Walau demikian, masih ada sebanyak 852 jiwa dari 306 KK yang mengungsi di sejumlah pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah. Delapan dapur umum pun terus memasok kebutuhan logistik untuk para pengungsi dan warga yang masih bertahan di rumah.
"Per harinya, delapan dapur umum bisa memasak sepuluh ribu lebih bungkus nasi untuk warga terdampak banjir," kata dia.
Budi mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan masing-masing dapur umum dan tempat pengungsian untuk mencukupi kebutuhan logistik para pengungsi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pantauan banjir Kudus dari helikopter, Kamis (11/22/2021). (Mayor Penerbad Agus Falah for MURIANEWS)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Banjir yang melanda beberapa desa di Kabupaten Kudus berangsur mulai surut, Kamis (11/2/2021) malam. Ketinggian banjir kini berkisar di angka lima hingga 20 sentimeter.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Budi Waluyo menyebutkan, sampai saat ini masih ada 13 desa di tiga kecamatan yang masih tergenang.
"Untuk Kecamatan Jati ada tiga desa yang masih tergenang, Mejobo ada enam, dan Undaan ada empat desa, namun rata-rata sudah mulai surut," ucap Budi, Kamis petang.
Walau demikian, masih ada sebanyak 852 jiwa dari 306 KK yang mengungsi di sejumlah pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah. Delapan dapur umum pun terus memasok kebutuhan logistik untuk para pengungsi dan warga yang masih bertahan di rumah.
"Per harinya, delapan dapur umum bisa memasak sepuluh ribu lebih bungkus nasi untuk warga terdampak banjir," kata dia.
Budi mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan masing-masing dapur umum dan tempat pengungsian untuk mencukupi kebutuhan logistik para pengungsi.
BPBD Kabupaten Kudus sendiri, kata Budi, mendapat bantuan keuangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp 250 juta.
Bantuan tersebut, diperuntukkan guna memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kudus selama 14 hari ke depan sejak awal pekan ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengupayakan peminjaman pompa air untuk menyedot genangan banjir yang ada di sejumlah desa di Kabupaten Kudus.
Untuk diketahui, banjir menggenangi sejumlah desa di Kabupaten Kudus sejak akhir bulan kemarin. Dari peristiwa tersebut, ada sebanyak 31.267 jiwa dari 9.469 KK yang terdampak. Untuk rumah yang terendam sendiri, ada sebanyak 7.716 rumah.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha