MURIANEWS, Kudus – Jumlah kasus pasien aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus menurun menjadi 282 pasien di Senin (15/2/2021) awal pekan ini. Setelah sebelumnya, kasus aktif berada di angka 306 pasien di akhir pekan kemarin.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, adanya penurunan pada pasien aktif di Kudus karena pada hari Minggu (14/2/2021) kemarin, jumlah pasien sembuh lebih banyak daripada jumlah pasien baru.
Andini merincikan, untuk pasien sembuh sendiri, bertambah sebanyak 31 orang. Sementara untuk kasus pasien baru, bertambah sepuluh orang.
“Namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” ucap Andini Senin pagi.
Penambahan 31 pasien sembuh tersebut pun menjadikan jumlah keseluruhan pasien sembuh menjadi sebanyak 4.455 pasien. Sementara untuk kasus aktif, berada di angka 282 pasien.
“Rinciannya, 69 pasien dirawat dan 213 pasien menjalani isolasi mandiri,” ujarnya Andini.
Selain mencatat adanya penambahan pada pasien sembuh dan kasus baru, Satgas Penanganan Covid-19 Kudus juga mencatat adanya penambahan jumlah pasien meninggal.
“Yakni bertambah tiga orang, jumlahnya kini ada di angka 478 orang,” kata dia.
“Yakni bertambah tiga orang, jumlahnya kini ada di angka 478 orang,” kata dia.Selain itu, Kabupaten Kudus juga masih memantau sebanyak 4.565 kontak erat, 146 suspek, dan 81 probable. Dari 146 suspek dalam wilayah sebayak 38 dirawat dan 108 isolasi mandiri.“Sementara 81 probable, semuanya meninggal dunia,” rincinya.Oleh karena itu, pihaknya pun berharap masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan 3M. Yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Hal tersebut dikarenakan 3M adalah cara yang paling ampuh untuk mencegah penularan.“Kami harap masyarakat tak abai akan ini, itu adalah cara ampuh untuk menangkal virus corona,” terangnya.Para pasien yang kini tengah dirawat di rumah sakit juga terus diupayakan kesembuhannya. Oleh karena itu pihaknya berharap semua pasien yang menjalani isolasi mandiri untuk tetap bisa menerapkan isolasinya dengan maksimal. “Hal tersebut guna mencegah penularan corona yang lebih luas lagi,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_193223" align="alignleft" width="880"]

Pengunjung wisata Sunan Kudus berjalan menggunakan masker. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Jumlah kasus pasien aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus menurun menjadi 282 pasien di Senin (15/2/2021) awal pekan ini. Setelah sebelumnya, kasus aktif berada di angka 306 pasien di akhir pekan kemarin.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, adanya penurunan pada pasien aktif di Kudus karena pada hari Minggu (14/2/2021) kemarin, jumlah pasien sembuh lebih banyak daripada jumlah pasien baru.
Andini merincikan, untuk pasien sembuh sendiri, bertambah sebanyak 31 orang. Sementara untuk kasus pasien baru, bertambah sepuluh orang.
“Namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” ucap Andini Senin pagi.
Penambahan 31 pasien sembuh tersebut pun menjadikan jumlah keseluruhan pasien sembuh menjadi sebanyak 4.455 pasien. Sementara untuk kasus aktif, berada di angka 282 pasien.
“Rinciannya, 69 pasien dirawat dan 213 pasien menjalani isolasi mandiri,” ujarnya Andini.
Selain mencatat adanya penambahan pada pasien sembuh dan kasus baru, Satgas Penanganan Covid-19 Kudus juga mencatat adanya penambahan jumlah pasien meninggal.
“Yakni bertambah tiga orang, jumlahnya kini ada di angka 478 orang,” kata dia.
Selain itu, Kabupaten Kudus juga masih memantau sebanyak 4.565 kontak erat, 146 suspek, dan 81 probable. Dari 146 suspek dalam wilayah sebayak 38 dirawat dan 108 isolasi mandiri.
“Sementara 81 probable, semuanya meninggal dunia,” rincinya.
Oleh karena itu, pihaknya pun berharap masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan 3M. Yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Hal tersebut dikarenakan 3M adalah cara yang paling ampuh untuk mencegah penularan.
“Kami harap masyarakat tak abai akan ini, itu adalah cara ampuh untuk menangkal virus corona,” terangnya.
Para pasien yang kini tengah dirawat di rumah sakit juga terus diupayakan kesembuhannya. Oleh karena itu pihaknya berharap semua pasien yang menjalani isolasi mandiri untuk tetap bisa menerapkan isolasinya dengan maksimal. “Hal tersebut guna mencegah penularan corona yang lebih luas lagi,” jelas dia.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha