Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


[caption id="attachment_207372" align="alignleft" width="1920"] Personel Kodim 0722 Kudus saat mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak banjir. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

MURIANEWS, Kudus - Curah hujan dengan intensitas tinggi masih melanda Kabupaten Kudus hingga pekan ini. Akibatnya, banjir di sepuluh desa di Kabupaten Kudus pun meninggi kembali.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Budi Waluyo mengatakan, desa-desa yang masih tergenang kini ketinggian airnya meningkat 10 hingga 20 cm pada Jumat (19/2/2020) malam.

Adapun, sepuluh desa yang masih tergenang hingga kini adalah di Desa Jati Wetan, Jetis Kapuan, dan Tanjungkarang di Kecamatan Jati.

Kemudian Desa Payaman, Kirig dan Gulang di Kecamatan Mejobo, serta Desa Karangrowo, Ngemplak, Wates, dan Undaan Lor di Kecamatan Undaan.

"Karena kemarin hujan, jadi genangan kembali meninggi, sampai pagi ini rata-rata ketinggian air yang menggenangi pemukiman ada di 50 sampai 90 cm," ucap dia Sabtu (20/2/2021).

Akibat hal tersebut, masih ada sebanyak 513 jiwa dari 171 KK yang bertahan di lima lokasi pengungsian. Yakni di SD 2 Payaman Mejobo sebanyak 9 jiwa, Aula Desa Karangrowo Undaan sebanyak 76 jiwa, serta Klenteng dan Gereja Tanjungkarang sebanyak 84 jiwa.

Kemudian ada Gedung PKK Jetis Kapuan delapan jiwa. Serta yang paling banyak di Aula Balai Desa Jati Wetan 336 jiwa.
Kemudian ada Gedung PKK Jetis Kapuan delapan jiwa. Serta yang paling banyak di Aula Balai Desa Jati Wetan 336 jiwa."Sebanyak 359 pengungsi adalah orang dewasa dan 154 jiwa anak-anak," rinci Budi.Pihaknya kini terus berkoordinasi dengan masing-masing dapur umum dan tempat pengungsian untuk mencukupi kebutuhan logistik para pengungsi.Enam dapur umum pun terus memasok kebutuhan logistik untuk para pengungsi dan warga yang masih bertahan di rumah.“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mencukupi kebutuhan dari para pengungsi,” jelasnya.Sebelumnya, banjir menggenangi sejumlah desa di Kabupaten Kudus sejak akhir bulan kemarin. Dari peristiwa tersebut, ada sebanyak 31.267 jiwa dari 9.469 KK yang terdampak banjir. Untuk rumah yang terendam sendiri, ada sebanyak 7.716 rumah. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler