Curah Hujan Masih Tinggi, Banjir di Sepuluh Desa di Kudus Meninggi Lagi
Anggara Jiwandhana
Sabtu, 20 Februari 2021 11:48:46
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
[caption id="attachment_207372" align="alignleft" width="1920"]
Personel Kodim 0722 Kudus saat mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak banjir. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]MURIANEWS, Kudus - Curah hujan dengan intensitas tinggi masih melanda Kabupaten Kudus hingga pekan ini. Akibatnya, banjir di sepuluh desa di Kabupaten Kudus pun meninggi kembali.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Budi Waluyo mengatakan, desa-desa yang masih tergenang kini ketinggian airnya meningkat 10 hingga 20 cm pada Jumat (19/2/2020) malam.
Adapun, sepuluh desa yang masih tergenang hingga kini adalah di Desa Jati Wetan, Jetis Kapuan, dan Tanjungkarang di Kecamatan Jati.
Kemudian Desa Payaman, Kirig dan Gulang di Kecamatan Mejobo, serta Desa Karangrowo, Ngemplak, Wates, dan Undaan Lor di Kecamatan Undaan.
"Karena kemarin hujan, jadi genangan kembali meninggi, sampai pagi ini rata-rata ketinggian air yang menggenangi pemukiman ada di 50 sampai 90 cm," ucap dia Sabtu (20/2/2021).
Akibat hal tersebut, masih ada sebanyak 513 jiwa dari 171 KK yang bertahan di lima lokasi pengungsian. Yakni di SD 2 Payaman Mejobo sebanyak 9 jiwa, Aula Desa Karangrowo Undaan sebanyak 76 jiwa, serta Klenteng dan Gereja Tanjungkarang sebanyak 84 jiwa.
Kemudian ada Gedung PKK Jetis Kapuan delapan jiwa. Serta yang paling banyak di Aula Balai Desa Jati Wetan 336 jiwa.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



