Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus –  Target penerimaan retribusi seluruh objek wisata yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus diharapkan bisa direvisi.

Hal tersebut dikarenakan kunjungan wisatawan selama pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro menurun. Sehingga penerimaan retribusi di sejumlah objek wisata tak bisa maksimal.

Kepala Disbudpar Kudus Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan, saat ini pihaknya dibebani target pemasukan retribusi dari sektor wisata dan pemakaian kekayaan daerah sebesar Rp 3,64 miliar.

“Tentu sangat berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan, akhirnya kurang maksimal di sektor pemasukan retribusinya,” ucap Bergas, Rabu (3/2/2021).

Oleh karena itulah, pihaknya berharap kembali ada revisi soal target penerimaan yang dibebankan pada dinasnya tersebut.

Apalagi, belum ada kepastian apakah PPKM berskala mikro akan diberlakukan sampai kapan. “Karena bisa jadi diperpanjang,” lanjutnya.Sampai saat ini sendiri, sejumlah objek wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta sudah buka dan beroperasi dengan normal. Hanya, tetap menerapkan protokol kesehatan dan ketentuan dari PPKM Mikro.Oleh karenanya, wisatawan baik lokal maupun luar daerah diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Sehingga tidak ada klaster penularan Covid-19 di tempat-tempat wisata. “Sehingga semuanya berjalan lancar dan tidak ada penutupan objek wisata,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler