Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah memutuskan untuk melarang mudik pada libur Lebaran 2021 mendatang. Kebijakan tersebut pun menuai pro dan kontra. Banyak pihak meminta pemerintah mempertimbangakan kembali kebijakan tersebut.

Salah satu pihak yang berharap kebijakan tersebut bisa diringankan adalah para pelaku usaha yang bergerak di sektor transportasi publik.

Di Kudus, Haryanto, pemilik Perusahaan Otobus (PO) Haryanto, mengungkapkan jika pemerintah perlu memikirkan kembali kebijakan tersebut. Terlebih, sektor transportasi kini masih belum sepenuhnya bangkit dari pandemi Covid-19 yang sudah menyerang setahun ini.

“Kalau dikira-kira ada itu 75 persen lebih yang terkena imbasnya, kalau dilarang mudik lagi bagaimana nanti,” katanya, Rabu (31/3/2021).

Haryanto pun mengungkapkan banyak perusahaan otobus kini yang mulai menjual aset busnya. Sampai saat ini saja, kata dia, Haryanto telah membeli sebanyak 15 unit lebih bus dari rekannya.

“Ya mau bagaimana, sebagai sesama pelaku usaha di bidang yang sama, ada rasa ingin menolong. Karena juga tahu bagaimana rasanya bekerja di masa pandemi ini,” kata dia.

Selain itu, hal yang dikhawatirkan adalah kenekatan masyarakat walau telah dilarang pemerintah untuk mudik. Mereka, kata Haryanto, bisa saja menaiki mobil dengan bak terbuka atau lainnya, karena transportasi umum dilarang.

“Saya pribadi ikut aturan pemerintah saja. Tapi mohon dipertimbangkan‎ kembali. Ibaratnya pengusaha bus ini sudah habis air matanya kalau buat menangis,” sambung dia.

Selama pandemi ini, pihak PO Haryanto mengalami banyak kerugian karena menurunnya jumlah penumpang. Namun beruntungnya, pihaknya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dia menceritakan, ada sedikitnya 2.000 karyawan yang saat ini menggantungkan hidup kepadanya.“Jangan, jangan sampai mem-PHK karyawan, saya percaya Allah segera mengangkat pandemi corona ini,” jelas dia.Baca: Jelang Mudik Lebaran, Pemkab Kudus Berencana Siapkan Lagi Karantina TerpusatPemerintah Kabupaten Kudus sendiri berencana menyiapkan kembali tempat karantina terpusat untuk menampung pemudik-pemudik yang tetap nekat datang ke Kota Kretek.Hal tersebut dikarenakan pemkab tak akan melarang secara tegas pemudik-pemudik yang akan masuk dan pulang bertemu keluarganya di Kudus.Pada Lebaran tahun lalu, Pemkab Kudus juga menyiapkan empat lokasi karantina orang dalam pemantauan (ODP). Satu lokasi utama berada di Rusunawa Kudus.Tiga lainnya yakni Graha Muria, Balai Diklat Menawan, dan lokasi karantina yang disediakan oleh salah satu perusahaan swasta, PR Sukun. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler