Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus pada Maret 2021 terjadi inflasi sebesar 0,08 persen. Jumlah tersebut dibarengi dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 105,23.

Inflasi terbesar, terjadi di kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan. Yakni sebesar 0,41 persen. Selain itu, kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami inflasi. Yakni sebesar 0.23 persen.

Kemudian untuk kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Kelompok transportasi sebesar 0.04 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen.

“Untuk komoditas yang menyumbang inflasi dari kelompok-kelompok tersebut, yang paling besar adalah bawang merah, cabai merah, jeruk, air kemasan, dan upah asisten rumah tangga,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Rahmadi Agus Santosa, Senin (5/4/2021).

Sementara untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, lanjut dia, adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,21 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah sebesar 0,03 persen.

“Untuk kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki, kemudian kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, serta kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makan dan minuman/resoran tidak mengalami perubahan harga dan stabil,” sambungnya.

Inflasi pada Maret lalu, juga menjadikan Kudus sebagai kabupaten/kota kedua yang mengalami inflasi dari kabupaten/kota pembanding lainnya.
Inflasi pada Maret lalu, juga menjadikan Kudus sebagai kabupaten/kota kedua yang mengalami inflasi dari kabupaten/kota pembanding lainnya.Yang paling tinggi, sambung dia, adalah Kota Surakarta sebesar 0,16 persen. Disusul Kota Semarang dan Kabupaten Kudus sebesar 0,08 persen. Di bawahnya, ada Kota Purwokerto 0,06 persen, Kota Cilacap 0,03 persen.“Satu-satunya yang mengalami deflasi adalah Kota Tegal sebesar 0,03 persen,” imbuhnya.Sedang secara keseluruhan, kata Rahmadi, nasional pada bulan Maret 2021 lalu, nasional mengalami inflasi sebesar 0,08 persen dengan indeks harga 106,15 persen.“Sementara untuk Jawa Tengah mengalami inflasi 0,08 persen dengan indeks harga 106,01 persen,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News