Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha dalam Tausiah Ramadan 1442 PR Sukun menyampaikan jika sebuah ilmu haram hukumnya jika disembunyikan.

Ilmu kebaikan, kata Gus Baha, hakekatnya adalah untuk disebar. Sehingga ilmu tersebut bermanfaat dan tersebar rata.

“Dulu di era Kanjeng Nabi Muhammad SAW masih hidup juga seperti itu, semua yang datang ke pengajiannya atau yang mendapat wasiatnya juga harus menyampaikan ilmu tersebut ke manusia lainnya,” ucap dia, Jumat (16/4/2021).

Mereka yang menerima ilmu-ilmu tersebut, lanjut Gus Baha juga lantas harus menyebarkannya ke manusia yang lainnya. Itulah yang menunjukkan kepintaran Nabi Muhammad SAW.

Sing pinter ngajari sing bodo, sekalipun mangkel tapi kudu diajari, makane urip iku ya ana ilmune mengelola kemangkelan iku mau (Yang pintar mengajari yang bodoh sekalipun susah, tapi hidup juga ada ilmu mengelola kesusahan itu tadi),” ujarnya.

Ilmu, lanjut Gus Baha, juga menjadi jalan manusia untuk memiliki harga diri. Dalam hidup, memanglah tempatnya kekecewaan dan cobaan.

Namun ada ilmu untuk menghadapi itu semua. Sehingga menemukan banyak kebaikan yang ada di dalamnya.

“Itulah perlunya 40 hadis yang dihafalkan dan diamalkan, itu ilmu,” kata dia
“Itulah perlunya 40 hadis yang dihafalkan dan diamalkan, itu ilmu,” kata diaPada sesi kemarin, Gus Baha juga sempat menerangkan jika menurut Syaidina Ali, manusia tak boleh menaruh ekspektasi berlebih kepada manusia lain. Dengan begitu mereka akan setara.“Kamu harus putus asa dari berharap nikmat dari dia, sekali kamu tidak utang jasa kamu akan setara,” ungkapnya.Namun, lanjut Gus Baha, ada satu utang jasa yang sangat baik bagi seorang manusia. Yakni dengan berhutang budi pada Allah SWT.“Allah itu baik, paling enak, kamu merasa hutang jasa, dan Allah adalah paling baik,” jelas dia.Tausiah Ramadan oleh Gus Baha ini disiarkan oleh channel Youtube MURIANEWS TV dan PR Sukun. Tausiah ini akan hadir setiap hari selama Ramadan pada pukul 17.15 WIB.https://youtu.be/BUSlQEfPdXUReporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler