Pemkab Kudus Didorong Fasilitasi Pemulangan Santri Luar Daerah, Bupati: Kami Siap
Anggara Jiwandhana
Selasa, 27 April 2021 14:46:09
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus didorong untuk kembali memfasilitasi pemulangan santri dari luar daerah menuju Kabupaten Kudus pada mudik Lebaran tahun ini.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Ali Ikhsan menyebut, jika seorang santri berbeda dengan pekerja ataupun masyarakat yang tengah menetap di suatu kota, dan akan mudik ke daerah asalnya.
“Karena itu kami mendorong Pemkab Kudus bisa turut memulangkan mereka seperti pada saat terjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu,” katanya, Selasa (27/4/2021).
Ali mengatakan, Pemkab Kudus bisa memanfaatkan jaringan alumni-alumni pondok pesantren. Sehingga bisa mengakomodir pemberangkatan dan pemulangan santri saat masa mudik Lebaran.
Terlebih, sambung dia, Wakil Presiden Indonesia KH Ma’ruf Amin juga turut mengemukakan usulannya terkait pengecualian santri boleh mudik.
“Saya kira Pemkab Kudus bisa, tentunya dengan menerapkan sederet protokol kesehatan yang ada,” jelas dia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Para santri saat membawa barang-barangnya ke bus di halaman pendopo Kabupaten Kudus saat pemulangan PSBB tahun lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus didorong untuk kembali memfasilitasi pemulangan santri dari luar daerah menuju Kabupaten Kudus pada mudik Lebaran tahun ini.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Ali Ikhsan menyebut, jika seorang santri berbeda dengan pekerja ataupun masyarakat yang tengah menetap di suatu kota, dan akan mudik ke daerah asalnya.
“Karena itu kami mendorong Pemkab Kudus bisa turut memulangkan mereka seperti pada saat terjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu,” katanya, Selasa (27/4/2021).
Ali mengatakan, Pemkab Kudus bisa memanfaatkan jaringan alumni-alumni pondok pesantren. Sehingga bisa mengakomodir pemberangkatan dan pemulangan santri saat masa mudik Lebaran.
Terlebih, sambung dia, Wakil Presiden Indonesia KH Ma’ruf Amin juga turut mengemukakan usulannya terkait pengecualian santri boleh mudik.
“Saya kira Pemkab Kudus bisa, tentunya dengan menerapkan sederet protokol kesehatan yang ada,” jelas dia.
Sementara Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, pihak pemerintah daerah sebenarnya mampu untuk memfasilitasi pemulangan para santri Kudus yang tengah mondok di luar daerah.
Hanya, pihaknya akan mengkomunikasikan terlebih dahulu soal ini kepada unsur-unsur terkait. Apalagi, pemerintah juga dengan tegas melarang aktivitas mudik di Lebaran tahun ini. “Tentu itu juga akan menjadi pertimbangan,” kata dia.
Soal anggaran, sambung dia, pihak pemkab dipastikan akan menyiapkan untuk keperluan tersebut. Mulai dari pemberangkatan, pemulangan hingga skrining rapid test antigen.
“Kami belum tahu bagaimana kebijakannya nanti, terlebih dengan statement Pak Wapres yang minta santri-santri diperbolehkan pulang, tapi memang kami sudah siap untuk memfasilitasi hal tersebut, ” tandas Hartopo.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha